Al Qur`an penuh hikmah, harapan dan nasihat, dalam Al Qur`an tidak terdapat kontradiksi, ketidaksesuaian, ketidakmungkinan, dan perbedaan-perbedaan. Tidak heran kalau dikatakan bahwa manusia tidak akan pernah mencapai kebahagiaan tanpa adanya percikan hidayah dan ketaatan kepada ajaran-ajaran. Al Qur`an merupakan penawar segala macam penyakit hati dan mengatasi krisis yang dialami manusia modern. (Thameem Ushama, 2000:3).
Hidup ini penuh dengan aturan maka kita harus tunduk dan patuh agar selama mengarunginya, hidup ini penuh dengan tantangan maka kita harus mempersiapkan diri untuk mengalahkannya, hidup ini banyak rintangan untuk itulah kita harus siap menghadapinya.
Semua dapat dilakukan dengan cara mempelajari, mengerti dan kemudian mengambil hikmah sesuai dengan kemampuan diri kita. Kesiapan dalam hidup tidak dapat dipisahkan, belajar tentang kehidupan itu adalah alat utama untuk menaklukkannya.
Namun di sisi lain sebagian saudara kita ada yang lebih mengandalkan ilmu pengetahuan tanpa arah yang jelas, walaupun aksiologi ilmunya telah memiliki prinsip kemaslahatan.
Praktiknya baru sedikit memiliki ilmu sudah seakan dialah yang paling benar, dan dari mereka justru menyalahkan orang lain. Kekeliruan dalam berpikir dimana ilmu itu tunggal tidak terkait dengan pengetahuan lain adalah hal yang sulit diterima.
Akibatnya masalah dalam menjalani hidup selalu terjadi, bahkan tanpa ia sadari. Di sisi inilah sebenarnya kita harus sadar bahwa Al Qur`an sudah disediakan untuk memberikan bimbingan, arahan bahkan petunjuk sampai inspirasi lebih dari sekedar pengetahuan ilmiah.
Menurut Thameem kita harus mendudukkan Al Qur`an menampilkan hukum yang abadi dan menyiapkan segala yang diperlukan manusia, baik yang berkaitan dengan dunia spritual maupun material.
Tidaklah mengherankan jika dikatakan bahwa Al Qur`an adalah kitab yang lengkap dan berisi petunjuk yang komprehensif dalam seluruh aktifitas kehidupan manusia termasuk ajaran-ajaran tentang tata cara beribadah, etika, transaksi dan politik, hukum, perang, dan damai, sistem ekonomi utama yang diwahyukan Allah sebagai anugerah bagi semua manusia, khususnya sebagai petunjuk dan kemurahan Allah bagi umat yang beriman yang menjalankan perintah-perintahNya. Ingin tetap dengan Al Qur`an atau ada pilihan lain?
Sekali lagi sepanjang pengamatan Thamem, manusia telah tenggelam dalam kegelapan, kebodohan, kerugian, materialistis, dan tekanan serta tenggelam dalam lautan masalah yang tidak terpecahkan. Manusia tidak menemukan sang penyelamat selain Al Qur`an.
Sebab Al Qur`an menunjukkan mereka ke jalan yang benar, dengan didikannya yang berisi segala sesuatu yang diperlukan bagi kesejahteraan dan kebahagiaan manusia. Pemahaman yang jelas tidak akan dicapai tanpa mengerti pesan Al Qur`an.
Membaca Al Qur`an sekali kita ada dapat pengetahuan baru, membaca berkali-kali kita akan memiliki rasa ingin tahu lebih dalam lagi, membaca secara rutin setiap hari bukan hanya pahala yang didapatkan, tetapi adalah terapi untuk masalah yang siap dihadapi.
Inilah awal kita menafsirkan Al Qur`an dalam kehidupan kita, menjadikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya adalah bagian yang tidak terpisahkan. Maka bukan sulit menghadapi peraturan hidup, tetapi memang hidup ini akan indah bila peraturan itu datang dari yang maha kuasa.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.


















