Komunikasi merupakan salah satu sarana bagi manusia dalam berinteraksi satu dengan lainnya, teori komunikasi semakin hari berkembang seiring berkembangnya teknologi informasi yang menggunakan komunikasi sebagai fokus kajiannya. Komunikasi kontemporer sering diidentikan dengan komunikasi virtual.(Winda Kustiawan, 2019).
Dalam dakwah ada komunikasi, dalam pendidikan terdapat komunikasi, di organisasi setiap saat terjadi komunikasi, bahkan di kantor semua orang pasti berkomunikasi, sampai di rumah pun tidak ada yang tidak berkomunikasi.
Intinya dalam hidup ini ke manapun kita di sana ada komunikasi, dan komunikasi selalu mengiringi bahkan menjadi penting dalam kehidupan manusia..
Pakar komunikasi Dr Winda Kustiawan pernah menjelaskan, bahwa setiap perilaku dapat menjadi komunikasi bila kita memberi makna terhadap perilaku orang lain atau perilaku kita sendiri.
Setiap orang akan sulit untuk tidak berkomunikasi karena setiap perilaku berpotensi untuk menjadi komunikasi untuk ditafsirkan. Untuk itulah menurut beliau ada empat hal penting terkait dengan komunikasi dalam kehidupan kita yakni sebagai berikut:
Pertama, pada saat seseorang tersenyum maka itu dapat ditafsirkan sebagai suatu kebahagiaan, ketika orang itu cemberut maka dapat ditafsirkan bahwa ia sedang ngambek. Ini menyadarkan kepada kita bahwa apapun kondisi kita itu adalah komunikasi dari apa yang kita alami, kita rasakan terhadap dunia luar yang ada di sekeliling kita.
Kedua, ketika seseorang diam dalam sebuah dialog itu bisa diartikan setuju, malu, segan, marah, atau bahkan malas atau bodoh. Ketika saya menjadi kami atau kita, maka disaat itu pula ada komunikasi, respon terhadap situasi dengan diam, apalagi bertindak merupakan lambang komunikasi nonverbal yang harus dipertanggungjawabkan.
Ketiga, diam bisa diartikan setuju seperti perlakuan Rasulullah SAW, yaitu ketika ada seorang sahabat yang menggosok giginya ketika berwudhu, ini menunjukkan bahwa beliau setuju dengan perlakuan sahabat tadi namun tidak dengan penegasan. Inilah komunikasi paling elegan, pernyataan terhadap satu keadaan tidak mesti melakukan hal yang sama, persetujuan tidak mesti dengan perkataan, bahkan memberi contoh dalam kehidupan ternyata itu yang paling utama.
Keempat, secara implisit semua perlakuan manusia dapat memiliki makna yang akhirnya bernilai komunikasi. Inilah kata kunci terakhir yang menjadi dasar lahirnya ilmu komunikasi, dari ontologi kehidupan manusia, memiliki lapangan luasnya waktu dalam interaksi setiap saat menjadi epistimologi, dan akhirnya bertujuan untuk kebaikan dalam setiap penyampaian di sana ada aksiologi yang memberi pertimbangan.
Dalam fokus kajian komunikasi Winda Kustiawan memberi penegasan tentang perkembangan saat ini yang berkontribusi terhadap kehidupan kontemporer.
Menurut beliau, komunikasi virtual merupakan proses penyampaian pesan yang dikirimkan melalui internet atau cyberspace. Komunikasi yang dipahami sebagai virtual reality pada ruang lingkup alam maya dengan menggunakan internet.
Komunikasi kontemporer sebenarnya dilakukan dengan cara representasi informasi digital yang bersifat diskrit. Internet merupakan media komunikasi yang sering digunakan pada saat ini sebagai menyambung komunikasi dengan berbagai media.
Bila anda tidak mau berkomunikasi, maka lebih baik sendiri, dan jangan bangun dari tidur tadi pagi.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.


















