wartagarudaonline-Medan | Miris sekali dan sangat menyedihkan, kata politisi PKS Sumut H Ahmad Hadian SPdI MAP, Selasa (4/11/2025), menyikapi tewasnya seorang mahasiswa yang dianiaya hanya karena tidur di Masjid Agung Sibolga beberapa hari yang lalu.
“Inilah salah satu alasan (mungkin kita sering mendengar ungkapan ulama) bahwa orang yang beramal dengan ilmu lebih utama, daripada yang beramal tanpa ilmu,” kata Bendahara Fraksi PKS DPRD Sumut ini.
Politisi yang akrab disapa UHa (Ustaz Hadian) ini menjelaskan, memakmurkan masjid itu tidak cukup hanya dengan membangun fisik masjid semata. Namun lebih jauh dari itu, setelah masjid terbangun bahkan mewah dan megah, maka harus dilanjutkan mengisinya dengan kegiatan pencerahan dan dakwah tentang ilmu-ilmu keislaman kepada umat, terkhusus lagi kepada pengurus BKM/ DKMnya, agar nalar dan wawasan mereka meningkat.
“Membangun fisik masjid mah gampang, lihat saja faktanya, banyak masjid yang bikin pungutan infaq di jalan berhasil. Umat banyak yang suka berinfaq, rata-rata masjid yang dilintasi di jalan sekarang megah-megah,” ungkap UHa.
Namun setelah megah, apakah selesai ? Tidak ! Apa kegiatan syi’ar dakwahnya? Apa manfaatnya untuk umat khususnya warga sekitar masjid dan para musafir ? “Saya termasuk yang prihatin sejak dulu, setiap kali melihat banyak BKM/ DKM memasang pamflet, dilarang tidur di masjid,” ujarnya.
Ini harus hati-hati, jangan serta merta diterapkan serampangan. Coba tunjukkan adakah nash dalil yang melarang tidur di masjid ? Pasti tak ada. Bahkan sejatinya tidur di masjid itu bagian dari Sunnah Rasulullah Saw. Kok sunnah ? Beliau dan para sahabat nya selalu beri’tikaf di masjid.
I’tikaf itu bukan sekadar salat, baca qur’an, zikir dan berdoa namun termasuk di dalamnya tidur jika merasa ngantuk. Hanya saja saat kita tidur di masjid haruslah berhati-hati, jaga kebersihan, jaga adab. Jangan sampai kita mengotori/ menodai sajadah, lantai, dll.”BKM/ DKM dalam hal ini harus kreatif dengan mengarahkan atau menfasilitasi ruangan/ tempat khusus untuk tidur,” harapnya.
Namun jika pun tetap ada yang tidur di dalam ruangan utama, sebut UHa, hendaknya pengurus berkomunikasi dengan yang bersangkutan secara baik. Masak gak bisa diselesaikan baik-baik masalah kecil seperti itu?
“Apalagi sampai menganiaya dan membunuh gegara orang tidur di masjid. Itu sungguh telah mencoreng kemuliaan masjid, mencoreng nama baik BKM/ DKM, dan menodai agama Islam itu sendiri. Saya setuju, para pelaku dihukum berat dan adil agar menjadi pelajaran bagi semua pihak,” tegas Ahmad Hadian.(UJ)


















