Keseimbangan pada perangsangan kemampuan otak akan dapat terwujud dengan suasana yang menyenangkan. Kondisi emosi yang nyaman tentram akan mampu meningkatkan kekuatan otak. Selain itu juga akan dapat meningkatkan keberhasilan belajar siswa. Akhirnya akan terwujud tingkat kepercayaan diri siswa dalam belajar. (Zulfani Sesmiarni, 2014:20).
Belajar menulis itu menggunakan tangan, belajar membaca itu menggunakan mata, belajar mendengar itu memungsikan telinga, belajar berjalan itu melatih keseimbangan kaki. Tetapi semua belajar tersebut dikontrol dan dimulai dan diteruskan lewat otak. Buktinya sebagian kita sama memiliki dua tangan mengapa hasil belajar menulisnya berbeda.
Bahkan ada saudara kita dengan sebelah mata tetapi dia justru lebih banyak membaca apapun yang ada di dunia ini. Tidak semua yang didengar oleh telinga menjadi pelajaran terbaik, termasuk gosip apalagi isu yang tiada dasar. Boleh jadi bukan kaki yang menjadikan orang harus bepergian jauh, tetapi ada hal lain yakni otak yang ada di kepala kita.
Mengontrol dan mengendalikan seluruh anggota tubuh diakui oleh para dokter anatomi adalah lewat otak. Karena itulah, maka Zulfani Sesmiarni memberikan penjelasan tentang perlunya otak dalam belajar.
Menurut beliau; sebelum seorang guru memberikan pembelajaran kepada siswa, maka sebaiknya guru mempunyai pemahaman tentang anatomi otak. Hal ini disebabkan karena saat proses pembelajaran berlangsung melibatkan seluruh bagian tubuh, otak bertindak sebagai tempat penerimaan stimulus yang datang.
Jadi otak adalah bagian penting dalam belajar, salah atau benar selalu tergantung bagaimana kita menempatkan otak sebagai hal utama. Semua yang diberikan dalam bentuk berbagai rangsangan dalam pembelajaran diproses semua oleh otak. Kemudian dari otak ini pulalah perintah untuk melakukan sesuatu diteruskan ke syaraf anggota tubuh berikutnya.
Dari kajian yang dilakukan oleh Zulfani Sesmiarni, dari semua teori tentang otak, maka dapat di ambil beberapa hal penting tentang otak memiliki tiga bagian menjadi satu kesatuan.
Pertama, otak memiliki empat bagian, pada tingkatan yang berbeda, dari atas batang-otak dan terselip di bagian belakang. Anatomi ini penting paling tidak seorang guru harus menghindari sentuhan sensitif pada bagian batang otak.
Kedua, otak memiliki dua sisi, masing-masing mengontrol fungsi yang berbeda dan memproses informasi dengan cara yang berbeda. Otak kanan dan otak kiri secara biologi juga bersamaan dengan otak besar yang menyimpan memori untuk jangka pendek, dan otak kecil untuk menyimpan memori jangka panjang. Jadi harus benar-benar dipahami ada fungsi biologi pada saat yang sama ada pula fungsi psikologi pada otak.
Ketiga, setiap orang memiliki berbagai pusat kecerdasan di dalam otak. Semakin kita dalami, maksudnya dialami, dilatih, dilakukan kegiatan dengan keselaluan maka otak akan berfungsi secara maksimal. Latihan otak selalu terkait dengan latihan berfikir, memecahkan masalah atau menyelesaikan satu tugas.
Pada kegiatan belajar kita semua mengharapkan siswa mengalami dengan senang serta memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi. Semua yang kita lakukan berharap terciptanya kondisi emosi yang nyaman tenteram akan mampu meningkatkan kekuatan otak.
Bila hal di atas dapat dilakukan dengan perencanaan, maka belajar menggunakan otak dapat mengendalikan semua apa yang kita lakukan hari ini terlebih untuk masa yang akan datang.
Jadi jelas tangan, mata, kaki, dan telinga semua akan bermakna bila otak belajar sesuai dengan fungsi dan kegunaannya.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.



















