Moderasi beragama bisa kita pahami sebagai cara pandang, sikap, perilaku selalu mengambil posisi yang di tengah, bertindak adil, dan tidak ekstrem dalam beragama, bahkan bisa meluas daripada itu, yaitu seperti kasih sayang sesama manusia, kedudukan yang sama di mata hukum, tidak menjadi duri dalam daging, tidak berprovokasi, mencintai sesama makhluk hidup, dan menjaga perdamaian.(Abrar, 2022:4).
Dunia ini akan damai bila penghuninya saling mengerti bahwa ia hidup tidak sendiri, tetapi bersama untuk berbagi. Dunia ini penuh dengan kedamaian apabila semua penghuninya menyadari bahwa untuk mencapai tujuan harus bersama, berkolaborasi bukan saling membenci apalagi mendominasi.
Sungguh bersama, berbagi dan berkolaborasi adalah kata kunci dalam hidup lebih dari itu sangat penting agar dunia ini akan dan terus damai.
Dr Abrar M Dawud Faza memberikan gambaran bahwa dalam beragama kita juga harus mengerti dan memahami kedudukan diri kita di hadapan orang lain, di hadapan alam, bahkan di hadapan Tuhan.
Untuk itulah dalam beragama diperlukan apa yang disebut dengan moderasi beragama. Menurut beliau bahwa; moderasi beragama bisa kita pahami sebagai cara pandang, sikap, perilaku selalu mengambil posisi yang ditengah, bertindak adil, dan tidak ekstrem dalam beragama.
Lebih jauh menurut beliau bahwa pandangan kita terhadap orang lain harus didasarkan pada posisi yang seimbang, janganlah merasa diri paling hebat, apalagi mendapat tempat khusus dihadapan Tuhan. Sampai di sini pandangan kita diajak untuk bisa meluas daripada itu, yaitu seperti kasih sayang sesama manusia, kedudukan yang sama di mata hukum.
Ada hal penting dalam hidup bersama, di antaranya untuk saling percaya, terlebih saling memberi kepercayaan pada orang lain. Bila saling percaya ini dimulai dari diri sendiri, maka akan menjadi modal yang utama untuk membangun dunia yang penuh damai.
Oleh karena itulah maka kita tidak boleh menjadi duri dalam daging, tidak berprovokasi pada hal-hal yang tidak perlu dicurigai apalagi dikhawatirkan.
Ada catatan penting dalam hal moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari yakni; bahwasannya ada keseimbangan antara pengamalan agama dan penghormatan kepada praktik beragama orang lain yang berbeda keyakinan.
Hal ini dipilih agar kita selaku manusia tidak menjadi orang yang fanatik dan anti terhadap kebenaran dari orang lain, merasa benar sendirian dan yang lain salah semua.
Tetapi adanya moderasi beragama ini merupakan sebuah jalan tengah dalam menghubungkan dua kutub ekstrem dalam beragama, yaitu kutub ultra-konservatif atau bisa kita sebut dengan ekstrem kanan, dan liberal atau bisa kita sebut dengan ekstrem kiri.
Akhirnya pandanglah hidup ini sederhana, mari saling mempercayai, bersikaplah yang wajar, jangan menjadikan diri kita adalah ukuran segala-galanya.
Tuhan, alam semesta akan menunjukkan mana yang berjalan sesuai dengan fitrah, mana pula yang terjerumus dalam pikiran ekstrim terlebih berhaluan keluar dari yang ditakdirkan.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.

















