Kemampuan adalah fitrah yang luar biasa, semakin dikenali, dipelajari dan akhirnya dikembangkan maka hasilnya luar biasa. Boleh jadi hasil dari pengembangan diri diluar ekspektasi, ada yang lambat, lamban bahkan lemot, ini justru sebagian orang tidak menyadarinya. Seakan dia adalah ahli segalanya, tetapi yang dimiliki justru usang, bahkan tidak dipakai orang lain. Di bagian lain justru ada yang berbeda sebagian keahlian orang muncul seperti tiba-tiba. Kelebihannya menjadikan diri seakan luar biasa.
Disadari atau tidak disinilah masalah bila kita punya keahlian, maka bila keahlian tidak diawali dari sebuah perencanaan itu akan membahayakan. Tujuh tips cara mengendalikan diri adalah untuk mengenali dan menjadikan keahlian sebagai sebuah fitrah untuk kebaikan, menuju keberkahan.
Pertama; sadari kita dulu lahir sendiri dari orang tua yang mengasihi. Tidak ada yang tiba-tiba muncul apalagi lahir ke muka bumi tanpa bantuan orang lain. Jadikan mereka adalah bagian dari kehidupan kita tanpa batas.
Kedua; Kita harus sadar bahwa apapun yang kita lakukan pasti terkait dengan peran orang lain di luar sana. Keahlian dibangun dari kemampuan diri apakah dengan melihat orang lain, atau bahkan dukungan orang lain. Maka mereka tidak berhenti tetap menjadi bagian dari keahlian kita sampai kapanpun.
Ketiga; Tidak ada yang mustahil di dunia, justru keberuntungan datang bagi orang yang diberi kepercayaan. Boleh jadi kemampuan kita itu biasa-biasa saja, tetapi ada keberuntungan yang datang. Maka jaga kepercayaan jadikan itu sebagai modal utama untuk terus melangkah.
Keempat; ingat di atas langit ada langit. Hebat di desa masih ada lawan di kecamatan, hebat di kabupaten/kota masih ada lawan di provinsi bahkan negara. Mau berkarya di manca negara masih ada nama tokoh yang lebih melegenda. Tidak ada akhirnya, maka jangan cari lawan, jadikan itu semua adalah kawan yang memberi pertimbangan untuk keahlian.
Kelima; satu saat kita akan tua dan mati. Tetapi harus disadari bahwa kita tidak bisa benar-benar sendiri mengakhiri kehidupan ini, kita butuh orang lain. Orang lain akan memberi bantuan ketika kita menebar kebaikan hari ini atau yang akan datang.
Keenam; keahlian yang sesungguhnya adalah ketika diri kita dapat memberi manfaat atau bantuan pada orang lain. Ingat orang lain itu membutuhkan diri kita untuk dibantu dan diberdayakan.
Ketujuh; percaya bahwa apapun keputusan kita ada campur tangan tuhan dibaliknya. Boleh jadi kita terlalu rasional, tetapi justru ujung dari logika itu ada irrasional.
Tulisan ini diinspirasi dari berbagai sumber.


















