Hypnoteaching adalah keahlian untuk memasukkan “pesan” ke dalam alam bawah sadar siswa sehingga siswa yang bersangkutan tergerak atau termotivasi untuk melaksanakan pesan tersebut. Pesan yang dimaksudkan di sini adalah sugesti berisi serangkaian kalimat verbal yang diucapkan oleh guru kepada siswa dengan tujuan-tujuan yang mengarah pada pencapaian tujuan pembelajaran. (Hana Pertiwi, 2014:23).
Pendidikan adalah proses komunikasi yang dilakukan antara pendidik dengan peserta didik. Komunikasi pendidikan kini semakin berkembang baik karena ilmu komunikasi itu sendiri maupun karakteristik khususnya peserta didik yang sangat kompleks.
Untuk itu pendidik mendapat tantangan baru bagaimana menjadikan komunikasi yang semakin kompleks tetap memberi peran pada aspek “didik” dalam mencapai tujuan yang diinginkan.
Peserta didik yang memiliki dunia sangat ragam, baik dari latar belakang kehidupan, keluarga, lingkungan, teknologi dan teman sebaya memerlukan penanganan khusus cara mereka melakukan komunikasi. Komunikasi ini boleh jadi cara belajar, cara mendapatkan pengetahuan, atau cara mereka memperoleh suri teladan.
Psikologi pendidikan, ekonomi pendidikan, dan sosiologi pendidikan tidak dapat berjalan sendiri untuk menyelesaikan hal di atas, maka kolaborasi dan penemuan ilmu lain tentang karakteristik peserta didik sangat dibutuhkan.
Pendidik selama ini banyak belajar bagaimana metode mengajar, mengembangkan media pembelajaran, sampai pada pemanfaatan teknologi pembelajaran agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.
Namun semua itu tidak menjanjikan pembelajaran berjalan dengan baik, hal ini dikarenakan betapa kompleksnya persoalan lingkungan yang memberi pengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan peserta didik.
Hana Pertiwi mencoba mengembalikan peran pendidik sebagai orang yang mampu dan berkuasa terhadap lingkungan peserta didik selama di sekolah. Caranya melakukan peran pengaruh yang terstruktur dengan apa yang disebut hypnoteaching.
Hypnoteaching diakui memiliki kemampuan atas kelebihannya memberi sugesti pada peserta didik untuk melakukan sesuatu secara permanen dan menjadi laten.
Mengapa perlu hypnoteaching? Pertama, karena memang pendidik memiliki kewenangan untuk memberi arah dan tujuan persiapan tentang hidup di masa depan.
Kedua, kompetensi pendidik dipandang cukup untuk mengarahkan kemana peserta didik harus belajar, dan bagaimana ia memulai dan mengembangkan bakat serta kemampuannya.
Dan ketiga, peserta didik adalah mereka yang sedang mencari sesuatu maka membutuhkan lingkungan atau orang lain untuk memberi bimbingan, arahan atau tauladan.
Jelaslah bahwa pendidik yang melakukan tugas pembelajaran dilaksanakan secara sistematis dan berkelanjutan akan memberi sugesti terhadap perlakuan peserta didik.
Pengaruh ini akan menjadi laten, dan tertanam sehingga kebiasaan yang tidak disadari atau habit akan muncul sebagai sebuah kekuatan baru. Sadar atau tidak, komunikasi pendidik itu tidak mesti dengan media akan efektif, tidak perlu teknologi agar terkesan canggih, tetapi dengan kata yang bijaksana boleh jadi menyentuh sampai kalbu.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.
















