Orang yang kenyang tidak akan berebut makanan.
Orang yang berilmu tidak suka berdebat
Orang yang berakhlak tidak akan mencaci maki
Karena ketiganya bisa menjelaskan kecukupan nutrisi fisik, mental dan spiritual seseorang.(21-02-2026)
Bekerja, belajar dan bertetangga, adalah tiga kegiatan yang kadang menjadi siklus tiada henti oleh siapapun di dunia ini. Bekerja untuk mendapatkan sesuatu dari sana ia dapat makan memenuhi kebutuhan hidup.
Belajar untuk memperoleh pengetahuan dengan itu pula seseorang akan memiliki kemampuan memahami dan menjelaskan tentang alam semesta bahkan kehidupan manusia.
Bertetangga untuk mengerti bahwa hidup ini tidak sendiri karena dengan itu kehidupan akan bermakna, bukan sekedar saling berbagi tetapi menempatkan diri adalah untuk saling menyayangi.
Bila kita bekerja diawali dari niat yang baik, maka akan mendapatkan hasil yang berkah. Apapun yang diperoleh termasuk nafkah untuk makan, nimun maupun tempat tinggal tidak akan bermasalah.
Makan sedikit pasti cukup dan merasa kenyang, padahal ada orang lain yang makan berlebihan dengan biaya jutaan, mewah berstandar restoran namun tetap berkekurangan. Kenyang dalam makan bukan banyak dalam jumlah tetapi keberkahan karena rezeki hasil bekerja yang diawali dengan niat yang baik.
Sementara itu bila belajar dengan tulus untuk mendapatkan pengetahuan, maka ia akan mengerti semua itu untuk pengabdian kepada Tuhan. Pelajaran apapun yang didapatkan termasuk ijazah, gelar maupun gaji karena jabatan akan terhindar dari kepalsuan apalagi masalah di pengadilan.
Belajar sedikit walau tamat pada jenjang paling rendah sekalipun pasti akan mendapat hikmah karena ilmunya untuk mengabdi. Boleh jadi sekolah sampai tinggi-tinggi, jabatan berlapis bahkan hanya dengan satu negosiasi, mereka tetap kekurangan karena tujuannya adalah untuk pamer juga berdebat di pentas kemunafikan.
Berilmu bukan dilihat dari tingginya jabatan apalagi strata jenjang pendidikan, tiada lain adalah keberkahan karena sedikit ilmu digunakan untuk saling berbagi membantu dan menyayangi sesama menuju ridha Tuhan.
Bila kita bertetangga pasti banyak ragam didapatkan itu karena tidak semua sama peran apalagi kebutuhan. Lakukanlah sewajarnya dengan bertetangga berarti kita akan mengerti ternyata di luar sana banyak yang berbeda, dan kita sendiri berbeda dengan mereka.
Untuk itu saling memahami bukan bersaing untuk paling dimengerti. Meninggikan pagar rumah bukan tanda orang paling hebat di sekitar tetangga, tetapi bersama dengan cengkerama berbagi untuk saling mengasihi itulah yang akan berkelanjutan dalam kebaikan.
Bila kenyang kita maknai dengan benar, bila berilmu kita miliki dengan berkah, dan akhlakpun akan menghampiri setiap langkah. Tidak ada yang paling hebat di dunia ini, yang ada adalah didalam dunia yang kecil ini ada dunia yang lebih kecil lagi, tetapi menentukan hidup kita inilah yang disebut ikhlas dalam berbuat.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.


















