Pagi itu langit cerah kesibukan ringan menghiasi ruangan kantor sekolah, lalulang anak di depan kelas seakan sekadar mengingatkan masih ada aktivitas. Sebagian guru telah datang untuk menyiapkan bahan pembelajaran, seperti biasanya tenaga kependidikan operator sekolah telat datang. Ada apa selalu dimaklumi oleh kepala sekolah karena pekerjaan yang padat tenggat deadline, menjadikan profesi mereka bekerja dengan jadwal yang lebih fleksibel.
Ya….biasa operator, kerjanya sunyi tapi serius, gumam seorang guru.
Tapi kita tidak tahu persis karena memang mereka bekerja 24 jam sehari kadang menunggu sinyal, ditengah larutnya malam malam menanti waktu yang tepat bukan mendowload tetapi pentingnya adalah upload.
Suasana sedikit santai ketika di atas meja tampak buah apel segar dari Malang.
Operator; ini pak oleh-oleh saya kemarin ikut kunjungan studi tiru di Malang.
Pak Marmuj; semua mawar dapat dinikmati aromanya, tetapi tidak semua apel dapat dimakan rasanya.
Bu guru; wah mengapa begitu pak.
Pak Marmuj; aroma mawar begitu menyehatkan,
Sepertinya ruangan ini begitu nyaman buah apel ada di hidangan, aroma mawar penghias ruangan. Rasanya ingin duduk lama di sini. (sambil memegang satu apel) Tapi hati-hati dengan buah apel.
Bu guru; ah bapak ini pagi-pagi kok sudah cerita mawar dan apel, mungkin karena aroma ruangan kita ini baru disemprot pewangi ruangan ya pak?
Pak Marmuj; ini lihat ini saya baru baca hasil penelitian tentang aroma mawar dari http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM.
Bahwa penelitian yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Tegalalang 1 ditemukan sebelum diberikan aroma terapi bunga mawar nilai mean tekanan darah responden sebesar 162,93/105,13 mmHg sedangkan setelah diberikan intervensi mean nilai tekanan darah adalah 125,87/81,67 mmHg terjadi penurunan sebesar 37,06/23,46 mmHg. Hasil uji Paired T-Test diperoleh nilai p-value sebesar 0,000 (< 0,05).
Bu guru; pak langsung kesimpulannya saja.
Pak Marmuj; ya….ini yang penting bahwa ada pengaruh aromaterapi mawar terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi primer.
Beberapa guru lain mulai datang, ruang guru pun semakin meriah, pagi-pagi cerita buah boleh jadi ini jadi bahan awal apersepsi untuk pembelajaran di kelas. Satu orang guru justru meletakkan apel untuk dibawa ke kelas. Cocok ini karena materi pelajaran hari ini terkait tumbuh-tumbuhan, sementara guru lain ada yang membawanya pulang, mungkin saja karena sudah lama tak pernah makan apel, apel malang lagi.
Masih penasaran dengan cerita Pak Marmuj bu guru yang sedari tadi serius diskusi dengan Pak Marmuj melanjutkan pertanyaannya.
Bu guru; pak tadi cerita aroma mawar, nah kalau buah apel pak?
Pak Marmuj; penelitian tentang apel menunjukkan bahwa mengkonsumsi dengan rutin akan menghasilkan;
Kesehatan pada jantung
Pengendalian gula darah
Pencernaan yang baik
Kesehatan pada otak
Pencegahan kanker
Menjaga kesehatan tulang
Dan memelihara kesehatan gigi
Serta menurunkan berat badan.
Pak Marmuj sambil memperlihatkan buah apel yang baru dikupas siap dimakan.
Pak Marmuj; tapi hati-hati dengan buah apel, karena tidak semuanya bisa dimakan.
Semakin serius, semua guru yang di luar masuk ruang, sebagian guru yang didalam mencari tempat duduk, dan beberapa guru yang telah duduk melirik dan mengarah langsung ke Pak Marmu.
Bu guru; lho memangnya ada apa pak, dari tadi hati-hati saja.
Pak Marmuj; ada tetangga saya karena dia sangat senang buah apel, kemarin masuk rumah sakit.
Bu guru; hahahaha, saya tahu penyebabnya pak.
Pak Marmuj; oh…..silahkan ibu guru.
Bu guru; karena dia makan apel namun aroma mawar kedua-duanya masuk ke tenggorakan secara bersamaan, maka lambungpun kebingungan mana yang akan diracik diramu menjadi makanan. Hahahaha, benarkan pak.
Pak Marmuj; ya boleh juga, memang semestinya apel dan mawar tidak boleh disatukan, tetapi kasus ini lain ceritanya.
Bu guru; ah….bapak ada saja, coba apa cerita kasusnya pak?
Pak Marmuj; tetangga saya ke mini market langsung hasrat hati ingin membeli buah apel apa daya toko kehabisan stok. Lantas dia beli yang lain, pedomannya apel, maka diapun membeli sesuatu yang penting apel, gambarnya pun jadi. Sampai dirumah dibuka diminum langsung pingsan.
Bu guru; wah pingsan….bagaimana ceritanya pak.
Pak Marmuj; ia dia pingsan karena dia minum aroma apel dari cairan pembersih lantai.
Buk guru; oalah….Pak Marmuj…..Pak Marmuj….memanglah.
Tiga hal hikmah yang dapat kita ambil dari cerita ini adalah:
Pertama; buah dan bunga adalah anugerah Tuhan yang diberikan lewat alam kepada manusia untuk disyukuri. Pelajarilah dengan saksama bagaimana mengkonsumsi, dan menggunakannya agar menjadi pemeliharaan kesehatan yang terjaga.
Kedua; olahan buah dan bunga dapat saja menjadi pilihan, ini adalah teknologi tumbuhan dan karya ilmu pengetahuan. Setiap tahun penelitian memberikan informasi atas berbagai temuan baru, maka ikutilah walaupun kita adalah konsumen tetapi membaca lebel pada kemasan itu adalah keharusan.
Ketiga; tidak ada yang diciptakan oleh Tuhan yang sia-sia, semuanya telah disediakan bagi kita yang mampu memperolehnya dengan cara yang baik, berkah dan menjadi nilai ibadah. Makan dan minumlah sewajarnya dengan cara itu kita akan terus bersyukur semua pemberian yang ada di alam semesta.
Ketujuh kita setuju berkolaborasi mengeksplorasi sejarah, lewat kisah kita bercari ibrah.
Catatan; kisah ini diinspirasi dari berbagai sumber.



















