1. Masyarakat.
Masyarakat adalah komunitas yang terdiri dari orang, sistem budaya, kekerabatan dan lain sebagainya. Kita kini sebagai anggota masyarakat, masyarakat apa saja, baik itu masyarakat formal di tengah lingkungan tempat anda tinggal, maupun masyarakat inklusif dimana satu kelompok tertentu anda masuk didalamnya. Sebagai anggota masyarakat yang bijaksana adalah mereka yang memiliki prinsip, kemampuan untuk berempati ditengah masyarakat, dan bukan menjadi beban masyarakat.
2. Komunitas Kebaikan.
Kelompok komunitas tidak dapat dihindari dalam kehidupan ini. Sebagai individu memiliki komunitas tersebut, baik itu sebaya dalam usia, sepadan dalam hobi, sejalan dalam minat dan lain sebagainya. Sebagai anggota komunitas yang baik adalah yang dapat mewarnai teman dengan tidak mengorbankan kepentingan yang lebih luas. Ia disenangi oleh teman-temannya karena dirinya akan berarti ketika ia berbuat untuk kelompoknya.
3. Keluarga.
Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari ayah, ibu, anak dan anggota turunan lainnya. Ada aturan, ada warisan, ada harapan dari sebuah keluarga. Anda adalah anggota keluarga yang lebih berperan sebagai orang yang akan mewujudkan harapan masa depan keluarga. Sebagai orang yang bijaksana adalah mereka yang menjadikan keluarga menjadi pertimbangan utama dalam setiap tindakan.
4. Seluruh tubuh.
Tubuh adalah formulasi antara jasmani, rohani dan eksistensi. Ketiganya menyatu menjadi aku.
Anda yang menyadari bahwa dirinya memerlukan kesehatan untuk belajar, membutuhkan pembelajaran untuk terus belajar dan memerlukan kenyamanan aktualisasi diri. Artinya anda selalu menyeimbangkan kegiatan antara makan teratur, olahraga teratur dan istirahat teratur. Jadilah tubuh memberi kekuatan diri.
5. Kepala.
Kepala adalah sentral dari kontrol tubuh secara fisik. Dalam kepala terdapat pertimbangan, persetujuan, perintah dan kendali kehidupan. Anda yang bijaksana, adalah mereka yang
menjadikan kepala adalah kehormatan karena ilmu pengetahuan, bukan besarnya badan yang kadang justru menjadi beban.
6. Mata.
Mata adalah jendela hidup, dengan mata anda dapat mengetahui, mengamati, memahami dan memaknai apa itu hidup. Sulit menceritakan betapa besarnya karunia mata. Bayangkan ketika anda memiliki telefon selular kemudian hilang, setelah hilang baru merasakan betapa perlunya telefon selular. Begitu juga mata, satu saat nanti ketika semakin rabun dan senja, anda baru terasa betapa mata sangat berharga.
Seseorang yang bersyukur adalah mereka yang menjadikan mata sesuai dengan fungsinya, melihat untuk mengetahui hal yang baik, mengamati sesuatu untuk menambah wawasan, memahami bahwa mata adalah anugerah tuhan, akhirnya memaknai mata adalah titipan tuhan untuk alat ilmu pengetahuan.
7. Hati.
Bekerja dengan tulang berakhir dengan kesakitan, bekerja dengan otot berakibat kelelahan, bekerja dengan fikiran akan menghasilkan kecerdasan, tetapi bekerja dengan hati akan mendapatkan kepuasan. Anda yang mampu menjadikan hati sebagai penggerak dari seluruh tubuh dan kehidupan, maka akan mendapatkan kekuatan diri yang tidak dimiliki oleh orang lain.
Catatan: Tulisan ini diinspirasi dari berbagai sumber.


















