wartagarudaonline-Batubara | Ustaz H Ahmad Hadian Kardiadinata SPdi MAP dalam tausiyah singkatnya (kultum) di salah satu masjid di Kabupaten Batubara pekan lalu menyebutkan, tujuan ibadah puasa terangkum ke dalam tiga ungkapan kata la’alla.
Kata laalla sendiri mengandung harapan, dan bermakna semoga atau mudah-mudahan. Tiga tujuan dimaksud sebagai berikut.
Pertama, la’allakum tattaqun (لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ) artinya supaya kamu bertakwa. Frasa ini terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 dan merupakan tujuan akhir atau hikmah dari ibadah puasa.
Dalam hal ini, kata Kang Hadian, manusia diharapkan menjadi pribadi yang senantiasa taat dalam menjalankan perintah Allah dan selalu menjauhi laranganNya.
Imtisalu awamirillah wajtinabu nawahihi (امتثال أوامر الله واجتناب نواهيه), yang merupakan definisi takwa dalam Islam, yaitu melaksanakan segala perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan
“Hal ini merupakan puncak hikmah ibadah puasa untuk membentuk karakter yang bertakwa. Makna takwa meliputi menjaga diri dari perbuatan haram, serta merasakan pengawasan Allah,” kata Ustaz Hadian (UHa).
Kedua, la’allakum tasykurun (لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ) adalah frasa yang terdapat di Surah Al-Baqarah 185, bermakna agar kalian bersyukur. Ungkapan ini sering mengakhiri ayat tentang nikmat Allah, rezeki, atau bimbingan, yang bertujuan agar manusia mengakui, menghargai, dan menggunakan nikmat tersebut untuk taat kepadaNya, bukan kufur nikmat.
“Kewajiban menjalankan ibadah puasa juga bertujuan supaya manusia menjadi hamba yang pandai bersyukur atas berbagai nikmat yang telah dilimpahkan Allah SWT,” kata Bendahara Fraksi PKS DPRD Sumut ini.
Ketiga, laallakum yarsyudun, yang artinya semoga kamu mendapatkan petunjuk, agar senantiasa berada dalam kebenaran. Frasa ini terdapat di Surah Al-Baqarah 186. Berasal dari kata rosyada (رشد) yang berarti petunjuk atau jalan yang lurus.
“Konteks Al-Baqarah 186 ini menekankan harapan agar hamba yang beriman, berdoa, dan beribadah dengan sungguh-sungguh, niscaya akan diberikan hidayah serta kemudahan dalam menjalani kehidupan,” kata politisi yang juga dikenal sebagai mubaligh dan motivator handal ini.(UJ)


















