To think smart, you must use reasoning. Reasoning is the basis of much of our thinking. It is often described simply as the process of thinking through and communicating our reasons for holding certain views or conclusions. Reasoning is, however, better defined as a process of understanding and exploring the relationship between the many events, objects, and ideas in our world. (Matthew Allen, 2004:2).
Apa bedanya orang berpikir dengan tidak berpikir, biasanya ketika menghadapi masalah tampak pada sikap menanggapi dan memberi solusi. Berdasarkan pengetahuan dan pengalaman orang berpikir kemudian membuat pertimbangan dan akhirnya ia memutuskan untuk satu tindakan.
Begitu juga tanpa pengetahuan dan pengalaman seseorang boleh saja melakukan tindakan apakah itu coba-coba atau mencari keberuntungan. Berpikir pasti berujung pada hasil yakni pemikiran, bertindak juga mempunyai ujung yakni tindakan yang harus dipertanggungjawabkan.
Dari sini kita mulai paham bahwa untuk berpikir cerdas, anda harus menggunakan penalaran. Penalaran adalah dasar dari sebagian besar pemikiran kita, baik di masa lalu, masa kini terlebih untuk pertimbangan di masa depan.
Kita juga sering mendengar bahwa penalaran digambarkan secara sederhana sebagai proses memikirkan dan mengomunikasikan alasan kita untuk memegang pandangan atau kesimpulan tertentu. Maka membuat keputusan dari hasil kesimpulan lewat penalaran selalu menjadi penting, dan inilah yang menjadi kebiasaan cara orang berpikir cerdas.
Dalam kajian yang lebih akademik, penalaran lebih tepat didefinisikan sebagai proses memahami dan mengeksplorasi hubungan antara berbagai peristiwa, objek, dan gagasan di dunia kita.
Inilah yang menjadi awal dari cara berpikir, atau langkah-langkah dalam berpikir, bahkan untuk menata berpikir agar cerdas dan menghasilkan kesimpulan yang tepat.
Menurut Matthew Allen ada beberapa hal penting yang menjadi dasar penalaran ini yakni sebagai berikut:
Pertama, tak satu pun dari item-item individual ini dapat bermakna dengan sendirinya.
Kedua, suatu item hanya dapat dipahami dalam kaitannya dengan item-item lainnya.
Ketiga, penalaran memungkinkan kita untuk melampaui dunia yang terdiri dari peristiwa, objek, dan ide yang tak terhitung jumlahnya.
Keempat, dengan menggunakan penalaran, kita melihat bahwa semua item terpisah ini saling berhubungan, dan apa yang kita ketahui tentang objek tertentu bergantung pada pengetahuan kita tentang objek lain.
Kelima, terkadang hubungannya jelas; di lain waktu, hubungan tersebut jauh lebih sulit untuk dilihat.
Keenam, penalaran melibatkan pencarian dan pengungkapan hubungan-hubungan ini sehingga setiap peristiwa, objek, atau ide individual dapat dijelaskan dalam kaitannya dengan peristiwa, objek, atau ide lainnya.
Akhirnya kita paham, saya berpikir maka saya boleh jadi cerdas, dan dengan kecerdasan itulah saya akan berbeda dengan orang lain. Perbedaan bukan untuk ditunjukkan, tetapi menjadi sikap ketika menghadapi masalah terlebih sigap memberi solusi untuk persoalan diri, lingkungan maupun masalah dunia.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.


















