Teknologi dalam dunia pendidikan sudah banyak rupanya. Mulai dari pemanfaatan komputer, ebook, e-learning proyektor dan lain-lain ada yang sifatnya audio, seperti radio, visual seperti gambar atau gabungan keduanya seperti film. TIK telah menghapus batas ruang dan waktu di dunia pendidikan masa kini. Jika sebelumnya guru dan murid bertemu di ruang kelas, kini mereka dapat bertemu dalam ruang virtual. Jika sebelumnya siswa harus belajar pada jam-jam sekolah, dengan mamanfaatkan TIK, siswa dapat belajar kapan saja. Dengan demikian TIK mampu membuat siswa belajar pada siapa saja, kapan saja dan dimana saja. (Ditta dkk,2020:4).
Pendidikan dapat dilaksanakan bila memiliki lima unsur utama yakni; ada pendidik, peserta didik, kurikulum metode dan lingkungan. Interaksi di antara kelimanya berlangsung dengan nyata, di mana ketika pendidik atau guru mengajar di sana pula kita lihat murid atau peserta didik belajar.
Begitu juga tampak bagaimana guru menggunakan metode harus melibatkan murid secara aktif, didalam satu ruangan yang baik dan nyaman. Dari interaksi inilah kemudian kita dapat mengendalikan dan merencanakan bagaimana kegiatan pembelajaran berikutnya.
Tetapi hari ini justru berbeda, ada guru yang diam di rumah, murid juga diam di ruang belajar, kurikulum ditawarkan lewat aplikasi, dan jarak atau tempat guru tinggal dengan murid jauh berbeda, bahkan tidak saling mengenal.
Keadaan di atas tetap disebut dengan belajar untuk mendapatkan pengetahuan, lebih ekstrim lagi perkuliahan online justru mendapatkan hasil atau tamat mendapat gelar walaupun dosen dan mahasiswa tak pernah jumpa sekalipun. Sungguh itulah dunia belajar yang terus progresif, berkembang melebihi pikiran kita bahkan membangun peradaban sendiri.
Salah satu bidang yang banyak memberikan kontribusi terhadap perkembangan pendidikan adalah teknologi. Dalam hal ini diketahui bahwa teknologi dalam dunia pendidikan sudah banyak rupanya. Rupa dimaksud bentuk dari peran dan barang yang memfasilitasi berbagai bidang layanan pendidikan.
Kita dapat contohkan seperti mulai dari pemanfaatan komputer, ebook, elarning proyektor dan lain-lain, ini bukan lagi barang mewah, tetapi seakan menjadi kebutuhan primer dalam kegiatan pendidikan. Begitu juga ada yang sifatnya audio, seperti radio, visual seperti gambar atau gabungan keduanya seperti film.
Kita dahulu hanya kenal film layar lebar, kini semua orang bisa buat film, guru bisa memiliki keterampilan membuat film pembelajaran, dan bahkan peserta didik sendiri boleh jadi ahli dalam mengedit atau memosting kegiatannya.
Dunai terus berubah dan berkembang, pembelajaran mengalami berbagai perubahan semua itu harus dihadapi bukan dihindari. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) satu bidang dalam teknologi pendidikan telah menghapus batas ruang dan waktu di dunia pendidikan masa kini.
Jika sebelumnya guru dan murid bertemu di ruang kelas, kini mereka dapat bertemu dalam ruang virtual. Jika sebelumnya siswa harus belajar pada jam-jam sekolah, dengan memanfaatkan TIK, siswa dapat belajar kapan saja. Dengan demikian TIK mampu membuat siswa belajar pada siapa saja, kapan saja dan di mana saja.
Lima unsur pendidikan telah mengalami perubahan dalam interaksinya, boleh jadi guru sendiri di rumah, murid sendiri di kamarnya, kurikulum terus tersaji kapan saja, metode menawarkan ragam sesuai dengan kebutuhan, dan kapan, dimana atau siapa saja boleh mengakses semua hal.
Semua hal terkait dengan pendidikan, semua materi dari zaman paling tua sampai zaman now, dari sudut negara sampai tengah kota, atau dari kesendirian sampai keramaian semua dapat dipelajari lewat sau aplikasi. Sungguh yang perlu kita pahami adalah apakah masih ada peran guru lagi?
Catatan kita; teknologi tidak akan dapat menggantikan peran guru, tetapi guru yang tidak menggunakan teknologi perannya segera akan digantikan.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.


















