Pada pendekatan kualitatif, peneliti merupakan instrumen utama dalam pengumpulan data. Fokus penelitiannya pun ada pada persepsi dan pengalaman informan dan cara mereka memandang kehidupannya. Sehingga tujuannya bukan untuk memahami realita tunggal, tetapi realita majemuk. Penelitian kualitatif memusatkan perhatian pada proses yang berlangsung dan hasilnya. (Hamid Patilima, 2005:67).
Dunia nyata atau disebut dengan realita adalah keadaan yang dapat diungkap dengan angka, dengan narasi tergantung kebutuhan kita. Bila tujuannya untuk dihubung-hubungkan satu dengan lainnya mungkin angka dapat memberikan jawaban, tetapi bila untuk diberi makna apa yang sebenarnya terjadi maka narasi dapat mewakili.
Angka dan narasi bukan berseberangan tetapi dapat dijadikan saling berbagi saat kapan harus digunakan atau difungsikan untuk melihat dunia dalam arti sesungguhnya.
Seberapa pentingnya dunia nyata untuk diungkap, kemudian seberapa akuratnya keadaan untuk disampaikan bukan hanya tergantung pada apa dan berapa, tetapi bagaimana caranya. Siapa yang akan melakukan adalah mereka yang memiliki kompetensi untuk meneliti, melaporkan sebagai sebuah berkas yang sah.
Peneliti adalah legalitas untuk menjadi instrumen utama pengungkapan, pengelolaan dan akhirnya pelaporan sebuah penelitian di dunia ilmiah. Peneliti yang berkompeten memiliki dua kekuatan yakni profesionalisme dan sumber daya.
Pertama, profesionalisme adalah keahlian yang melekat pada dirinya didukung oleh kemampuan akademik, latar belakang pendidikan sampai pengalaman. Untuk mendapatkan profesionalisme kadang seseorang harus melaporkan pengalaman penelitian selama ini, biodata sampai pada keahlian yang dimiliki bahkan komunitas peneliti apakah pengurus, boleh jadi sekadar anggota.
Kedua, sumber daya adalah lingkungan yang dimiliki apakah dukungan institusi, pembiayaan, atau bahkan kelompok tim peneliti baik juru lapangan, pengumpul data, pengolah fakta, sampai penyusun laporan. Biasanya kedudukan atau jabatan memberi kekuatan untuk membangun tim, bahkan sumber daya pada lingkungan kerja adalah kelompok yang mudah diorganisir untuk memberikan konstribusi nyata dalam sebuah penelitian.
Pada penelitian kualitatif keahlian dari peneliti sungguh benar-benar menjadi jawaban dari berbagai persoalan dalam penelitian. Apakah kemampuan menangkap data, fakta sampai pada pengelolaan bahkan laporan.
Diawali dari ketertarikan pada fenomena yang akan diungkap, kemudian kemampuan mengikuti gejala yang terjadi akhirnya peneliti benar adalah instrumen untuk mengumpulkan semua keterangan.
Apakah ada bias, sampai pada proses pengungkapan sesungguhnya masih minim, tetapi ketika menganalisis mungkin saja pemaknaan sangat tergantung sudut pandang.
Dalam hal analisis maka peneliti benar memiliki otoritas bagaimana ia harus mengungkap, menganalisis dan akhirnya menyampaikan laporan, sesuai dengan dirinya.
Bila peneliti profesional, maka dirinya sendiri adalah instrumen ilmu pengetahuan yang universal, obyektif dan tidak berpihak demi ilmu pengetahuan. Penelitian kualitatif adalah pilihan bagi siapa yang ingin tantangan tentang profesionalisme seorang peneliti sejati.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.

















