Nowadays, halal tourism with economic community empowerment being goverment concentration in advancing the economy in Indonesia. Asset based community development is one of the method approach on empowering the economic community. Then, village assets such as nature, humans, and other resources become a potential empowerment and welfare of the village community. Jodipan as one of the tourism village destination has the both element: residents and village officials participated in the development and empowerment of the village community, is in line with Islamic principles, namely maqashid Syari’ah. (Harun Al Rasyid, 2019).
Mengelilingi dunia menikmati seluruh pemandangan alam semesta itulah mimpi kita di waktu kecil. Berusaha mendapatkan kesempatan, berjuang memperoleh tiket bahkan undian itulah sebagian dari generasi muda kita untuk dapat touring ke berbagai negara.
Mencintai negeri sendiri, bahkan tempat paling membahagiakan bukan hanya kampung halaman, tetapi tempat tinggal di rumah, bahkan di tempat tidur biasa. Itu bukan angan-angan tetapi harapan semua para orang tua ketika ia sudah beranjak lanjut usia.
Sebagian kita yang telah usia tua, memang berbeda keinginan dengan generasi yang lebih muda, apalagi anak yang masih belia. Kita sendiri menyadari dan bahkan pernah mengalami perubahan keinginan atau mimpi-mimpi tentang harapan tersebut. Boleh jadi kita masih menginginkan nikmatnya semua keindahan dunia tetapi tidak jauh dari tempat tinggal kita.
Sebaliknya kita boleh saja berpikir bagaimana menjadikan tempat tinggal menjadi idaman atau kenyataan tentang surga dunia, ternyata benar jawabannya adalah rumahmu adalah surgamu.
Tidak ada yang harus dipilih apalagi diperlakukan berbeda, semua tempat memperoleh kesempatan sama menjadi tempat yang indah, maka konsep wisata bagi kita adalah sah.
Bila kita sudah menikmati dengan baik, makan dengan aman, bahkan lingkungan yang nyaman mungkin inilah bagian dari indahnya bumi pertiwi. Ternyata kenikmatan terkait banyak hal, tempat, ekonomi, nyaman, masyarakat dan lain sebagainya.
Dewasa ini, pariwisata halal dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi konsentrasi pemerintah dalam memajukan perekonomian di Indonesia.
Pengembangan masyarakat berbasis aset merupakan salah satu pendekatan metode pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kemudian, aset desa seperti alam, manusia, dan sumber daya lainnya menjadi potensi pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat desa.
Sebagian kita mungkin baru menyadari, atau sebagian orang lain mungkin saja baru mendiskusikan untuk merencanakan.
Tetapi saudara kita Dr.Harun Al Rasyid ternyata telah melakukan penelitian menarik tentang hal ini. Beliau menemukan bahwa; Jodipan sebagai salah satu destinasi desa wisata sangat layak untuk dijadikan inspirasi bagaimana menata sebuah desa.
Apa yang ia temukan sangat terkait dengan ajaran agama Islam, dimana warga dan perangkat desa turut berpartisipasi dalam pengembangan dan pemberdayaan masyarakat desa, sejalan dengan prinsip Islam, yaitu maqashid Syari’ah.
Melalui penelitian ini ditemukan bahwa pengembangan wisata halal di Kampung Jodipan memiliki strategi yang tepat dalam membangun kampung, seperti peran pemerintah dalam menjaga al-Dharuriyat, sektor industri yang dapat berupa materi, keuangan, maupun pelatihan pemberdayaan, dan sektor swasta dalam menjaga al-Hajjiyat, serta menjaga tahsiniyat dengan memanfaatkan media massa sebagai penunjang kegiatan promosi.
Bila mimpi sudah menjadi kenyataan, maka harapan sudah ada di hadapan, kini tinggal kita bagaimana menjadikan itu untuk dunia yang penuh kenikmatan. Apa yang harus dilakukan, tidak lebih adalah mensyukuri rumah tempat tinggal kita, jadikan lingkungan adalah tempat ramah untuk siapa saja.
Konsep kampung tempat lahir bukan untuk sekedar bacaan tetapi bukti nyata pemerintah dan masyarakat desa yang sadar bahwa kita boleh saja menjadikan kampung sendiri adalah desa wisata di negeri ini.
Anak, remaja dan orang tua tak ada salahnya berbagi wifi, untuk mendapatkan sinyal bahwa kebahagiaan bersama dapat diperoleh dengan hati.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.



















