Values are central to both the theory of education and the practical activities of
schools in two ways. First, schools and individual teachers within schools are a
major influence, alongside the family, the media and the peer group, on the
developing values of children and young people, and thus of society at large.
Secondly, schools reflect and embody the values of society;indeed,they owe their
existence to the fact that society values education and seeks to exert influence on the pattern of its own future development through education. (J Mark Halstead, 2005:2).
Ilmu pengetahuan itu diawali dari fakta dan diakhiri dengan fakta walaupun teori apapun di tengah-tengahnya. Ini menunjukkan bahwa fakta sebagai simbolisasi dari pengalaman di lapangan sangat penting.
Kemudian menjadi bukti apakah ilmu pengetahuan itu berguna, bermanfaat atau bahkan masih dipertahankan. Ilmu pengetahuan, fakta di lapangan, serta teori ketiganya selalu konsisten membuat kesimpulan apalagi pernyataan untuk rekomendasi.
Teori tentang mendidik anak diawali dari fakta tentang pembelajaran di sekolah, didata, dimengerti kemudian dipahami dan dijadikan alas berpikir bagaimana membangun sebuah teori.
Menurut J Mark, dalam hal ini terda dua hal penting yang harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh yakni sebagai berikut :
Pertama; sekolah dan masing-masing guru di sekolah merupakan pengaruh utama, bersama keluarga, media, dan kelompok sebaya, terhadap perkembangan nilai-nilai anak-anak dan remaja, dan dengan demikian masyarakat pada umumnya. Fakta yang dapat kita lihat bahwa bagaimana sekolah menciptakan lingkungan agar menjadi bagian dari pertumbuhan dan perkembangan anak. Kerja sama antara keluarga, media serta teman sebaya harus dikendalikan, bahkan direncanakan untuk selalu memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan jiwa anak. Satu saja diantara ketiga hal di atas tidak berjalan sesuai dengan fungsinya, maka akan terjadi kesulitan dalam mendidik, inilah awal dari teori pendidikan informal, formal dan non formal.
Kedua, sekolah mencerminkan dan mewujudkan nilai-nilai masyarakat; sesungguhnya, sekolah berutang keberadaannya pada fakta bahwa masyarakat menghargai pendidikan dan berupaya memberikan pengaruh pada pola perkembangan masa depannya sendiri melalui pendidikan. Berbagai fakta yang terjadi di masyarakat dari masa lalu harus dijadikan pelajaran, apa yang sedang dialami harus menjadi perhatian, dan yang akan terjadi harus dimanfaatkan untuk pertimbangan. Inilah nilai-nilai yang ada di masyarakat kemudian dijadikan materi dan mata pelajaran tentu harus update sesuai dengan perkembangan yang terjadi. Ini pulalah yang menjadi dasar bagaimana teori pengembangan kurikulum baik ko kurikuler maupun ekstra kurikuler.
Ternyata kita dapat memahami bahwa antara sekolah dan masyarakat baik itu di keluarga, teman sebaya semuanya memiliki fungsi dan peran dalam kegiatan pendidikan. J Mark menegaskan sekali lagi bahwa; nilai-nilai merupakan inti dari teori pendidikan dan kegiatan praktis sekolah.
Saat ini semua terus terjadi kegiatan pendidikan dan membuat fakta-fakta baru, pada saat itu pula semua guru sedang mempraktikkan berbagai teori dan menyesuaikan dengan keadaan anak, dan akhirnya teori pendidikan boleh jadi terbukti atau akan membutuhkan pembuktian lanjutan.
Sungguh teori-praktik, praktik teori tidak akan habis dan tidak mungkin berhenti sampai manusia tidak lagi membutuhkan ilmu pengetahuan alias mati.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.


















