Bernafas dengan pola yang berbeda sungguh-sungguh bisa memengaruhi berat badan dan kesehatan. Cara kita bernafas sungguh-sungguh memengaruhi ukuran dan fungsi paru-paru. Bernapas memungkinkan kita untuk meretas sistem saraf kita sendiri, mengendalikan respons imun, dan mengembalikan kesehatan. Mengubah cara bernapas akan membantu kita untuk hidup lebih panjang. (James Nestor, 2021:xviii).
Setiap tahun fakultas kedokteran mewisuda dokter baru untuk menjadi profesi dan mengabdikan diri melayani kesehatan masyarakat. Di antara dokter tersebut adalah dokter spesialis paru yang merupakan alat vital dalam kesehatan manusia. Mungkin saja puluhan, bahkan ratusan tak terhitung bila diperluas sedunia berapa dokter paru yang kini ada di tengah-tengah kita, baik di rumah sakit, di puskesmas atau di mana saja.
Dokter paru yang akrab dengan enam penyakit utama yakni; asma, bronkitis, fibrosis kistis, tuberkulosis, kangker paru, bronkiektasis, dan mungkin saja kini lahir varian baru dari jenis penyakit di atas.
Semua bisa dihadapi semua bisa diatasi, apalagi dokter paru kini dibantu oleh teknologi dari sejak alat pembantu pernafasan, sampai salah satu teknologi yang kini semakin populer dalam bidang bedah toraks adalah Video-Assisted Thoracoscopic Surgery (VATS). Tapi kita harus ingat itu adalah teknologi yang berfungsi menjadi media pembantu untuk pengobatan, penyembuhan atau penanganan saat kritis.
Hari ini kita harus menyadari bahwa ketika dokter spesialis paru mendiagnosis penyakit selalu berdasarkan laporan dari pengalaman kita sendiri yang sedang sakit. Dari sini kita harus mengerti semua penyakit adalah dari diri sendiri, semua obat ada pada organ tubuh kita secara alami. Ini juga disadari oleh para ahli maka sekarang selalu dikembangkan apa yang disebut dengan aplikasi self-care peduli untuk diri sendiri.
Para ahli sejak zaman dahulu selalu mengingatkan kita tentang bernafas. Bernapaslah dengan penuh, karena itu akan memiliki kemampuan besar ke berbagai organ tubuh. Dengan kemampuan itu akan menjadikan seluruh sistem syarat bekerja maksimal, tetapi tetap menikmati ketenangan sebagai hasil yang luar biasa. Itulah sekelumit dari tulisan yang diangkat dalam buku Cara Bernapas dengan Benar, karya James Nestor.
Penyakit paru, pernapasan hampir sama dengan usia manusia, sejak bayi ketika anak manusia lahir sudah bernapas, sampai dewasa bahkan manula semua selalu diiringi dengan pernapasan.
James Nestor menyadari hal ini, menurut berbagai penelitian yang beliau kumpulkan beberapa tahun ternyata obat paling utama dalam hal paru adalah terapi cara bernapas dengan benar.
Tiga hal penting dalam mengelola pernapasan untuk kesehatan yakni;
Pertama; bernafaslah dengan pola yang berbeda beda karena ini dapat memengaruhi berat badan dan kesehatan. Lakukanlah dengan baik, teratur dan sesuai petunjuk yang diberikan secara konsisten. Yakinlah bahwa bernafas sungguh-sungguh memengaruhi ukuran dan fungsi paru-paru.
Kedua; cara kita bernapas memungkinkan kita untuk meretas sistem saraf kita sendiri, mengendalikan respons imun, dan mengembalikan kesehatan. Benar saja kita sendiri yang bernapas, kita sendiri yang mengendalikan, maka kita sendirilah yang akan mengetahui apakah sakit, berpenyakit, atau sehat bahkan walafiat.
Ketiga; dengan bernapas yang baik, maka akan membantu kita untuk hidup lebih panjang. Tentu saja berhentinya bernapas adalah tanda manusia itu tidak hidup lagi. Sayangilah hidup dengan cara bernapaslah dengan baik dan benar.
Bangun pagi antara pukul 03.00 sampai 05.00 dini hari keluar rumah menghirup udara segar dalam-dalam selama 5 s.d 7 menit adalah terapi kesehatan paru paling efektif. Terapi ini tak berbiaya alias gratis, sekaligus bersyukur ternyata awal hari dimulai dengan berterima kasih kepada Tuhan ternyata alam masih memberikan yang terbaik bagi kita.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.


















