Secara umum bertambahnya usia secara langsung dan tidak langsung akan memengaruhi kebiasaan hidup sehari-hari dalam hal berhubungan dengan diri sendiri dan orang lain. Tetapi hal tersebut tidak dialami semua orang, sehingga pada dasarnya pertambahan usia tidak selalu berpengaruh terhadap perbedaan orang masing-masing serta perilaku keseharian dan kemampuan melakukan sosialisasi di lingkungan keluarga atau masyarakat. (Jofizal Jannis, 117).
Seseorang tumbuh dan berkembang selalu dilihat dari bagaimana ia berinteraksi dengan lingkungan terutama lingkungan sesama manusia. Interaksi itu sendiri memiliki peran sangat penting terhadap pertumbuhan yang terjadi, dan perkembangan menjadi dalam kehidupan seseorang.
Artinya kalau mau tumbuh dan berkembang maka kita harus selalu berinteraksi dengan lingkungan. Nah kini pertanyaannya justru lingkungan yang bagaimana agar dapat memberikan rangsangan terhadap pertumbuhan dan perkembangan otak secara maksimal?
Menurut kajian Jofizal Jannis, bahwa seseorang akan mengalami fungsi otak yang berubah setiap saat, dan perubahan itu bersifat alami. Jadi jangan memaksa otak untuk melakukan hal di luar kemampuannya.
Untuk itu menurut beliau bahwa sesungguhnya agar dapat menjamin otak selalu bugar, maka memerlukan beberapa kegiatan dalam berusaha agar terhindar dari penuaan secara khusus.
Seperti diketahui otak merupakan organ terpenting dan utama dalam tubuh manusia sehingga perlu usaha ekstra untuk menjaganya. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa kemampuan berfikir semakin hari semakin bertambah usia, maka fungsi otak pun ikut dalam hukum pertumbuhan otak.
Hukum pertumbuhan dan perkembangan ada saatnya otak itu tumbuh, kemudian melambat dan seterusnya. Mengingat dan berperilaku akan menurun seiring dengan bertambahnya usia, karena terjadi perubahan dan penurunan fungsi otak manusia.
Kenyataan dan keadaan ini menyebabkan orang takut, cemas mengalami penuaan otak karena sejatinya tidak menginginkan kemampuan kognitif dan berpikirnya menurun.
Beberapa kegiatan untuk mempertahankan fungsi otak:
1.Istirahat yang cukup. Dalam 1×24 jam gunakanlah sepertiga waktu adalah untuk bekerja, sepertinya untuk sosialisasi keluarga, lingkungan dan ibadah, dan sepertiganya untuk istirahat.
2.Rasa ingin tahu yang besar. Memelihara pengetahuan adalah dengan cara terus belajar baik dengan membaca, mendengarkan orang lain, terlebih memaknai semua kejadian di sekeliling kita.
3.Hubungan sosial yang baik. Sudah berusia kurangi ambisi, lebih baik menikmati, walaupun jadi anggota itu sudah luar biasa ketika kita diterima dalam satu komunitas.
4.Penuhi nutrisi otak. Bukan persoalan banyak dan bergizi, tetapi pola makan dan keberkahan kadang memberi makna lebih mendalam tentang nutrisi otak.
5.Melakukan hal yang menantang. Boleh jadi sesekali kita memang harus membuat teka teki untuk diri sendiri, lahirlah penasaran kemudian berusaha untuk menyelesaikan.
6.Jangan menyerah terhadap usia. Usia itu membawa konsekuensi, tetapi kita memilliki kewenangan untuk memilih dan mengendalikannya.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.


















