Pekerjaan mendidik mencakup banyak hal, yaitu segala sesuatu yang bertalian dengan perkembangan manusia. Mulai dari perkembangan fisik, kesehatan, keterampilan, pikiran, perasaan, kemauan, sosial, sampai kepada perkembangan iman, semuanya ditangani oleh pendidik. (Made Pidarta, 2009:2).
Pendidikan, kebudayaan dan kemanusiaan adalah tiga kata penting yang saling terkait bahkan memiliki ketergantungan baik dalam perspektif filosofi, teknis bahkan kontekstual.
Secara filosofis kehadiran manusia di muka bumi adalah untuk berbuat, mengaktualisasikan diri agar dapat bertahan hidup bahkan yang berhasil dapat mengembangkan diri dengan cara berkembang biak.
Hasil dari kegiatan manusia inilah maka lahir apa yang disebut dengan kebudayaan yakni hasil budi, daya dan karya manusia yang bertahan dan berkelanjutan. Kebudayaan yang bertahan adalah yang memiliki nilai dasar-dasar kemanusian bukan sekadar untuk kesenangan sesaat apalagi sesuai hawa nafsu seseorang atau kelompok tertentu.
Sampai di sini kita faham bahwa kegiatan mendidik dimaksud membuat manusia menjadi lebih sempurna, membuat manusia meningkatkan hidupnya dari kehidupan alamiah menjadi berbudaya.
Dengan kebudayaan ini maka pendidikan dapat dilaksanakan dengan arah dan tujuan yang jelas, mempelajari masa lalu untuk pelajaran, memahami apa yang terjadi hari ini untuk pertimbangan dan menatap masa depan untuk diperhitungkan.
Pendidikan dapat dilaksanakan dengan mempelajari lebih dalam apa yang terjadi pada diri manusia. Bagian penting dari sini di antaranya adalah mulai dari perkembangan fisik, kesehatan, keterampilan, pikiran, perasaan, kemauan, sosial, sampai kepada perkembangan iman.
Semua hal di atas harus dikaji lebih dalam saat kapan menjadi kurikulum saat kapan pula harus dijadikan orientasi penguatan baik oleh pendidik maupun pengelola pendidikan.
Apakah pendidikan ini bersifat kompleks, maka kebudayaan manusia memberi jawaban terhadap bagaiman teknis melaksanakan pendidikan sehari-hari, atau persekolahan sepanjang tahun bahkan dunia pendidikan dalam arti keseluruhan.
Mendidik adalah membudayakan manusia. Akhirnya kita kembali sadar mengapa kita melakukan pendidikan, hal ini tiada lain adalah untuk meneruskan kelangsungan hidup manusia.
Pendidikan boleh berbeda di setiap zaman, bisa jadi beragam dari berbagai kalangan, atau bermacam cara dilakukan di berbagai tempat, itulah pendidikan yang menyesuaikan dengan keadaan atau kontekstual.
Namun yang pasti pendidikan itu tetap dilakukan karena untuk meneruskan kelangsungan hidup manusia agar lebih baik dari apa yang telah dilakukan hari ini demi masa depan.
Sungguh tugas pendidik bukan sekadar pekerjaan dalam pendidikan, tetapi menjangkau makna manusia, menjaga dunia pendidikan bahkan mengukir kebudayaan.
Dari filosofi, teknis sampai kontekstual semuanya terus berjalan tidak ada yang berhenti, yang ada adalah menjalankan kemampuan diri sebagai hamba Tuhan untuk terus mengabdi.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.



















