What man has to do here is to understand the creation plan of the Creator and prepare himself accordingly. God is the Creator of man but determining one’s future is totally in the hands of man. What man has to do is to develop such apersonality as will make him a deserving candidate for Paradise in the next world. (Maulana, 2020:63).
Apa beda Tuhan dengan Manusia? Tuhan adalah sang pencipta segalanya, dan manusia adalah salah satu ciptaannya. Mengapa beberapa sifat Tuhan selalu dipersonifikasi oleh manusia, yang maha adil, maha bijaksana ditujukan agar manusia selalulah berbuat adil, dan berusaha menjadi bijaksana. Sampailah 99 sifat Tuhan semuanya dimaknai sesuai dengan kehidupan manusia untuk dilakukan, untuk dihindari atau sekadar diketahui.
Manusia adalah fenomena unik di seluruh alam semesta. Ada satu bagian dari manusia yang memiliki kemampuan bertindak dengan berbagai alternatif yang dibuatnya, bahkan silang dan kombinasi menjadi ragam dalam berbagai situasi.
Inilah yang disebut dengan kreatifitas dalam berbuat dan bertindak pada diri manusia. Empat hal penting menurut Maulana terkait dengan kreatifitas manusia yakni sebagai berikut:
Pertama; sesuai dengan kemampuan kreatifnya, manusia adalah makhluk abadi, tetapi ia hidup di dunia saat ini untuk jangka waktu yang terbatas. Di dunia ini, usia rata-rata seseorang adalah sekitar 70 tahun. Seorang individu menginginkan keabadian, tetapi pada kenyataannya, gagal menemukannya. Namun, ini bukanlah masalah kekurangan baginya. Ini sesuai dengan rencana penciptaan Sang Pencipta dan tidak terkait dengan keinginan manusia.
Kedua, menurut rencana penciptaan Sang Pencipta, manusia harus hidup di sini untuk jangka waktu yang terbatas, kemudian ia dibawa ke habitat di mana ia akan memiliki kesempatan untuk hidup abadi di dunia yang sesuai dengan keinginannya. Yang harus dilakukan manusia di sini adalah memahami rencana penciptaan Sang Pencipta dan mempersiapkan dirinya sesuai dengan rencana tersebut. Tuhan adalah Pencipta manusia, tetapi menentukan masa depan sepenuhnya berada di tangan manusia. Yang harus dilakukan manusia adalah mengembangkan kepribadian yang akan membuatnya menjadi kandidat yang layak untuk Surga di akhirat.
Ketiga, manusia adalah satu-satunya makhluk yang diberi kebebasan total. Sudah ditakdirkan bagi manusia bahwa jika, setelah memiliki kebebasan, ia tidak menyalahgunakannya, tetapi menggunakannya sesuai dengan rencana penciptaan Tuhan, ia akan dianggap layak mendapatkan pahala Surga yang kekal. Penelitian menunjukkan bahwa semua makhluk lain kecuali manusia benda-benda fisik, tumbuhan, hewan, semuanya tunduk pada hukum alam. Bahkan hewan pun diatur oleh naluri mereka.
Keempat, hanya manusia yang menjadi pengecualian terhadap aturan ini, karena ia memiliki kesempatan untuk berpikir secara mandiri dan merencanakan hidupnya dengan kebebasan total. Tidak diragukan lagi bahwa manusia adalah makhluk yang sepenuhnya bebas, tetapi kebebasan ini semata-mata berkaitan dengan tindakan pribadi, dalam arti bahwa manusia bebas untuk bertindak sesuai dengan rencana penciptaan yang lebih luas, atau menjadi pelanggar. Namun, sejauh menyangkut hasil tindakannya, manusia tidak memiliki kekuasaan atas konsekuensinya.
Apakah kita bagian dari keempat di atas, atau mungkin dua, tiga dan keempatnya inilah yang disebut dengan kreatifitas. Kemampuan manusia seakan tak terbatas, tetapi dibatasi oleh dirinya sendiri ketika ia sadar dibalik kemampuan yang ia lakukan ada kemampuan lain yang tak dapat diselesaikan.
Kreatifitas Tuhan yang tak terbatas, justru memberi tantangan bagi siapa saja yang ingin mendalami lebih jauh tentang siapa Tuhan, apa tugas dan firmanNya terkait dengan hambanya yang ingin kreatif.
Di sini Tuhan telah menetapkan bahwa jika manusia bertindak sesuai dengan rencana penciptaan Sang Pencipta, ia akan dianugerahi Surga yang kekal.
Kalau begitu kita setuju satu saja dari 99 sifat Tuhan yang dapat kita ejawantahkan dalam kehidupan itu sudah luar biasa.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.


















