Ketika guru memberi perhatian terhadap tugas-tugas pengarahan, dan agar ia menjadi tugas-tugas yang terprogram secara rapi, maka ia akan meletakkan tujuan-tujuan tertentu untuk dirinya. (178).
Tidak ada yang paling membahagiakan orang tua ketika melihat anaknya lebih dari prestasi yang dicapainya, tidak ada yang lebih menyenangkan guru ketika mengetahui prestasi muridnya melebihi dari apa yang ia capai.
Walaupun anak berbeda zaman dari orang tua, dan murid berbeda tantangan dan dunia dari gurunya tetapi keberhasilan harus dijadikan ukuran bahwa apa yang dilakukan orang tua dan guru harus tercapai.
Keberhasilan itu boleh jadi milik anak, atau milik murid setelah mengikuti serangkaian pendidikan dan pembelajaran, namun lebih dari itu keberhasilan sesungguhnya mencerminkan apakah seorang guru telah melakukan perannya dengan baik?
Menurut Muhammad Abdullah Ad Duwaisy, ada lima hal penting terkait hal ini yakni sebagai berikut:
Pertama, jerih payahnya membuahkan hasil. Mendidik dan mengajar itu adalah usaha yang penuh dengan tantangan, rintangan bahkan hambatan. Tantangan bukan hanya datang dari pihak luar, tetapi justru yang utama adalah dari dalam diri seorang pendidik apakah ia memberikan layanan pendidikan memang benar dari dalam dirinya secara ikhlas atau hanya memenuhi kebutuhan administrasi.
Kedua, hal ini menuntut adanya pemikiran yang tenang sebelum proses pengarahan dan pembelajaran dilakukan. Diam sejenak sebelum melakukan pendidikan itu penting, hal ini dilakukan untuk meluruskan niat bahwa pembelajaran yang dilakukan semata adalah untuk anak bangsa, bukan untuk hal-hal kecil, apalagi mengharap imbalan dari murid secara langsung.
Ketiga, pengarahan, seperti ini berpijak kepada pertimbangan dan pemikiran terhadap banyak faktor yang memiliki peran penting untuk menentukan metode dan isi yang disampaikan. Pendidikan dan pembelajaran dilakukan dalam situasi yang sangat kompleks, disana ada pendidik, peserta didik, lingkungan, media bahkan tuntutan dari para orang tua. Semua hal bila diidentifikasi dan dijadikan pertimbangan secara bijaksana maka akan menjadi kekuatan untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
Keempat, ketika guru mengikuti cara pengarahan seperti ini, maka dia bisa mengevaluasi usahanya dan mengukur pekerjaannya. Semua pekerjaan harus selesai, pengukurannya lewat tingkat ketercapaian akhir dibanding dari tujuan yang ditetapkan sebelumnya. Apabila guru melakukan perencanaan dengan baik, maka ia akan melaksanakan proses sesuai dengan batasan yang dimiliki, dan akhirnya ia akan mudah mengukur apakah berhasil atau tidak.
Kelima, ketika guru mengikuti metode ini maka dia akan berusaha mencapai tujuannya melalui berbagai jalan dan bermacam-macam jalan. Perencanaan harus ditetapkan di awal, pelaksanaan harus segera dilakukan, dan hasil telah dirumuskan, namun ditengah jalan berbagai hal boleh jadi banyak faktor dihadapi. Dari strategi, metode dan teknik harus disiapkan apakah jalan utama atau cadangan menjadi penting bagi guru yang biasa di lapangan.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.


















