Kemampuan belajar peserta didik sangat menentukan keberhasilannya dalam proses belajar. Di dalam proses belajar tersebut, banyak faktor memengaruhinya, antara lain motivasi, sikap, minat, kebiasaan belajar, dan konsep diri. (Djaali, 2011:101).
Belajar adalah perbuatan yang disengaja untuk mendapatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang permanen menjadi bagian dari kehidupan seseorang.
Belajar tidak mengenal waktu, apalagi tempat bahkan siapa saja, maka semua keadaan di dunia ini terkait dengan belajar atau paling tidak memengaruhi proses belajarnya seseorang. Jadi jelaslah bahwa belajar itu tidak berdiri tunggal tetapi terkait dengan hal lain yang ada dalam kehidupan seseorang.
Prof Djaali memberi uraian terkait dengan beberapa faktor penting dalam belajar agar berhasil dengan baik. Menurut beliau sedikitnya ada lima hal penting harus diperhatikan dalam belajar yakni sebagai berikut:
Pertama, adalah motivasi berprestasi ini dapat diartikan dorongan untuk mengerjakan suatu tugas dengan sebaik-baiknya berdasarkan standar keunggulan. Bila motivasinya kuat maka cara belajarnya tampak gigih, dan hasilnya lebih baik.
Kedua, sikap belajar hal ini ikut berperan dalam menentukan aktivitas belajar. Apa yang diketahui, kemudian dihadapi dan akhirnya menentukan tindakan apa yang akan dilakukan dari apa yang ada dihadapan seseorang. Bila belajar dianggap beban maka hasilnya berbeda dengan belajar sebagai hobi, apalagi investasi yang akan menjanjikan di hari tua.
Ketiga, disebut minat, ini dapat diekspresikan melalui pernyataan yang menunjukkan bahwa seseorang lebih menyukai suatu hal daripada hal lainnya, dapat pula dimanifestasikan melalui partisipasi dalam suatu aktivitas. Tampak dimana ada yang belajar pagi siang malam selalu dilakukan, namun ada pula yang tidak didatangi sekalipun, dari sini tampak siapa yang belajar menggunakan minat.
Keempat, kebiasaan belajar yakni sesuatu yang dilakukan berulang-ulang. Untuk itu harus dipahami bahwa perbuatan kebiasaan tidak memerlukan konsentrasi perhatian dan pikiran dalam melakukannya. Kebiasaan dapat berjalan terus, sementara individu memikirkan atau memperhatikan hal-hal lain.
Kelima, konsep diri adalah bayangan seseorang tentang keadaan dirinya sendiri pada saat ini dan bukanlah bayangan ideal dari dirinya sendiri sebagaimana yang diharapkan atau yang disukai oleh individu bersangkutan.
Salah satu kunci dari sini adalah menerima apa yang ada, maka akan mendorong untuk mensyukuri nikmat, dan akhirnya kekuatan jiwa dalam hal ini konsep diri menjadi energi yang luar biasa untuk belajar dan berhasil.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.


















