Hukum Islam dengan kedua sumber pokoknya Al-Qur`an dan Assunnah, tidaklah lahir dalam masyarakat yang hampa kultural, dimana ia disamping sebagai konsep Ilahi yang mengajarkan tentang kebenaran, juga sekaligus menjadi pedoman hidup dan kehidupan manusia dalam segala aspeknya. (Said Agil Husin Al Munawar,1990:1)
Sungguh manusia, agama dan kehidupan adalah tiga hal yang tidak dapat dipisahkan, di tengah-tengah kehidupan manusia membutuhkan pedoman hidup lahirlah agama, dari agama ini pulalah manusia menemukan bagaimana cara berkehidupan. Tetapi agama bukan hanya persoalan cara hidup, juga menjadi solusi terhadap permasalahan hidup bahkan menjadi bagian dari membangun peradaban.
Said Agil Husin Al Munawar menelusuri bagaimana hubungan di antara keempat hal ini dalam empat catatan penting yakni;
Pertama, manusia hidup di lingkungan yang berubah. Sejak awal manusia lahir sampai ia mati tetap selalu mendapatkan lingkungan yang tidak permanen. Dari lingkungan kecil yakni keluarga, kemudian komunitas, akhirnya masyarakat semua tidak ada yang diam tetapi berubah. Bagaimana menghadapi perubahan ini, tentu manusia harus menyiapkan diri apakah dengan mempelajari perubahan tersebut atau ia ingin mengendalikannya.
Kedua, kehidupan terus mengalami berbagai masalah. Setiap hubungan antar individu pasti akan melahirkan hal lain, apakah itu kerja sama, sama bekerja, atau berbeda dalam bekerja atau justru bekerja sendiri tanpa orang lain. Pada pilihan pertama, kedua dan ketiga tampak biasa, tetapi ketika seseorang merasa dirinya dapat menyelesaikan masalahnya maka hasrat untuk mengendalikan orang lain akan muncul ke permukaan. Masalah selalu timbul ketika individu merasa dia sangat berbeda dan ingin mendapatkan posisi seperti yang hanya diinginkannya dari orang lain.
Ketiga, sebagai konsep Ilahi maka Al Qur`an mengajarkan tentang kebenaran. Manusia itu makhluk maka ia adalah nisbi atau selalu berubah, kehidupan itu sendiri juga makhluk maka tidak ada yang permanen apalagi multak. Agama dengan Al Qur`an sesungguhnya juga nisbi karena makhluk ciptaan Tuhan, namun dengan posisi yang sama ini diberikan ajaran sebagai sebuah keyakinan kita butuh bimbingan dan arahan yang lebih baik. Kebenaran yang ditawarkan Al Qur`an diharapkan adalah jawaban dari masalah kehidupan selama ini.
Keempat, Al Qur`an juga menjadi pedoman hidup sendiri, berkeluarga, bermasyarakat. Apapun yang kita lakukan baik sendiri maupun bersama memerlukan panduan dan pedoman yang dapat diterima oleh semua makhluk. Untuk itu Al Qur`an dengan nilai yang diajarkan dibuktikan dan dipraktikkan lewat nabi dan sejarah memberikan garansi sebagai pedoman baik untuk hidup sendiri, berkeluarga dan bermasyarakat bahkan berbangsa dan bernegara.
Akhirnya Said Al Munawar menegaskan sekali lagi bahwa Al Qur`an adalah solusi. Hal ini dibuktikan dengan hukum Islam dengan kedua sumber pokoknya Al-Qur`an dan Assunnah, tidaklah lahir dalam masyarakat yang hampa kultural.
Dan kitapun percaya bahwa sebagai kitab suci disamping sebagai konsep Ilahi yang mengajarkan tentang kebenaran, juga sekaligus menjadi pedoman hidup dan kehidupan manusia dalam segala aspeknya.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.


















