Moralitas merupakan suatu ciri manusia yang tidak dapat ditemukan pada makhluk selain manusia. Pada tahap hewan tidak ada kesadaran tentang baik dan buruk, tentang yang boleh dan dilarang, tentang yang harus dilakukan dan tidak pantas dilakukan. Hewan tidak mempunyai keharusan, sedangkan manusia mempunyai keharusan moral sebagai kewajiban dan etika sebagai tata nilai dalam berinteraksi. (Sagala, 2013:1).
Ada tiga makhluk hidup yang memiliki kesamaan di satu sisi tetapi justru memiliki perbedaan sebagai penciri, ketiga makhluk tersebut adalah manusia, hewan dan tumbuhan.
Kesamaan makhluk tersebut adalah sama-sama berkembang biak, memiliki masa atau waktu tumbuh berkembang dan akhirnya tua dan mati. Sementara perbedaan yang paling mencolok adalah manusia dapat tumbuh dan berkembang, berpindah dan menetap dengan cara mampu memillih.
Sementara pada hewan hanya dapat tumbuh berkembang berpindah dan menetap tetapi pilihannya terbatas bahkan tak berubah. Begitu juga dengan tumbuhan hanya dapat tumbuh bertambah tetapi tidak dapat berpindah, apalah memilih untuk mencari.
Ketiga makhluk ini memiliki karakteristik berinteraksi yang sangat unik, dalam pembahasan ini paling tidak tiga kajian utama kita pahami sebagai berikut:
Pertama; manusia, hewan dan tumbuhan berjalan sendiri-sendiri, tidak saling membutuhkan. Boleh jadi karena waktu kehadiran di muka bumi yang jaraknya jauh berbeda, mungkin saja tempat dan alamnya yang tidak sama, maka tidak ada masalah. Ini kita pelajari pada masa sebelum lahirnya manusia di muka bumi ini, semua aman-aman saja, dan bumi dalam keadaan baik-baik saja.
Kedua; manusia, hewan dan tumbuhan saling berbagi untuk melangsungkan kehidupannya. Manusia membutuhkan hewan apakah untuk dijadikan kendaraan, atau untuk teman, bahkan untuk dimakan (carnivora). Walaupun kita menyadari bahwa hewan tanpa manusia lebih banyak yang hidup sesuai dengan nalurinya, ia dapat tumbuh dan berkembang. Namun diakui sebagian dari hewan membutuhkan tumbuhan untuk menjadi santapan (herbivora). Zaman prasejarah telah membuktikan hal ini, evolusi hewan dapat berjalan tanpa atau dengan campur tangan makhluk lain. Begitu juga dengan tumbuhan, walaupun diam di tempat, tetapi itulah pilihan pasti, tidak perlu pergi jauh mencari makhluk lain, pertumbuhan dan perkembangannya menghantarkan zaman.
Ketiga; manusia, hewan dan tumbuhan saling bermusuhan untuk mendapatkan lahan dan makanan. Tumbuhan adalah makhluk yang konsisten tidak pernah pindah apalagi berubah, sekali tumbuh, berbunga, berbuah dan itu dijalani secara alami mengikuti atau tunduk pada kalender alam. Begitu juga hewan hanya untuk mempertahankan pertumbuhan, makan dan minum berkembang biak mungkin perlu tempat, tidak berlebihan apa yang ada pada dirinya cukup untuk mengantarkan kelahiran keturunan, selesai.
Apa yang terjadi pada manusia, bila ia diberi kesempatan maka akan menguasai seluruh hewan dan tumbuhan (omnivora). Bahkan sesama makhluk manusia pun dianggap adalah musuh untuk saling bersaing dengan alasan sempitnya dunia, kurangnya bahan makanan dan lain sebagainya.
Syaiful Sagala membaca hal ini, bahwa manusia adalah makhluk yang berbeda, dan perbedaan itu disebut dengan moral. Moralitas merupakan suatu ciri manusia yang tidak dapat ditemukan pada makhluk selain manusia.
Pada tahap hewan tidak ada kesadaran tentang baik dan buruk, tentang yang boleh dan dilarang, tentang yang harus dilakukan dan tidak pantas dilakukan.
Hewan dan tumbuhan sesungguhnya bersedia menjadi bagian dari alam, maka ia mencirikan diri sebagai makhluk, maka tugasnya adalah tumbuh dan berkembang meneruskan keturunan.
Catatan kita, tak pernah saling bermusuhan antara hewan dan tumbuhan begitu juga sebaliknya. Kini, apakah kita harus memilih dari tiga karakteristik interaksi di atas?
Omnivora bukan satu-satunya solusi untuk melestarikan hidup menghantarkan zaman, kecuali kita sadar bahwa manusia mempunyai keharusan moral kewajiban dan etika sebagai tata nilai dalam berinteraksi.
Setiap interaksi pasti memiliki risiko sebagai konsekuensi, saya tidak mau berinteraksi, maka saya sama saja dengan makhluk selain manusia.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.


















