Efektifitas komunikasi dari yang paling tinggi sampai paling rendah adalah; kombinasi lisan dan tulisan, lisan saja, tulisan saja, papan pengumuman dan selentingan. (Thomas Dahle, 1954:21).
Kegiatan komunikasi adalah satu proses alur antara satu sistem berhubungan dengan sistem lain. Untuk ini kegiatan komunikasi dilihat dari nilai sejauhmana efektif atau tidak efektif satu komunikasi fungsinya dalam kegiatan keorganisasian.
Terdapat lima tingkatan efektifitas komunikasi dalam hal ini dapat diterangkan sebagai berikut:
Pertama; komunikasi lisan dan tulisan, artinya komunikasi dalam organisasi harus melakukan kontak informasi antara pimpinan dan staf dengan menggunakan lisan bila perlu dan dengan menggunakan lisan pada saat dibutuhkan sesuai dengan apa yang dituju dari kegiatan komunikasi tersebut.
Kedua, komunikasi dengan lisan saja, hal ini kadangkala harus dilakukan dimana dengan lisan komunikasi akan membawa pesan-pesan emosional dan dengan itu pula komunikasi akan lebih memiliki arti dan lebih bersahabat.
Ketiga, komunikasi tulisan saja, artinya komunikasi tidak harus terhambat karena keterbatasan waktu, tidak jumpa dengan subyek langsung. Maka untuk menghindari hal ini dilakukan apa yang disebut dengan komunikasi tulisan yang dapat disimpan, dikirimkan dan diteruskan kepada subyek yang dituju tanpa melakukan kontak subyek pada satu waktu atau satu tempat tertentu.
Keempat, komunikasi dengan papan pengumuman, artinya untuk kegiatan kegiatan pesan kepada banyak orang, maka lebih baik dilakukan dengan papan pengumuman agar satu pesan dari satu sumber dapat diteruskan kepada banyak orang dan banyak kelompok secara efektif dan efisien.
Kelima, komunikasi selentingan, artinya bahwa komunikasi tidak selamanya hanya menyampaikan satu pesan saja, akan tetapi dengan komunikasi agar iringan keinginan penyampai pesan dapat diikutsertakan. Dengan selentingan atau kabar burung, maka komunikasi ini memberi arti bagi pengguna informasi untuk aktif mengikuti pesan yang akan disampaikan.
Dengan tingkatan komunikasi seperti di atas tadi, maka sistem komunikasi dalam organisasi akan semakin baik, dan dapat didayagunakan untuk mencapai tujuan atau sasaran organisasi yang efektif.
Teori yang dikembangkan sejak tahun 1954 ini tentu terbukti lahirnya organisasi serta perusahaan besar pada saat itu dan bertahan untuk beberapa dekade.
Tidak ada yang kedaluwarsa dalam menerapkan teori, selagi masih bisa diuji dan dibuktikan maka teori itu akan tetap digunakan. Lantas apakah kita akan berteori baru dalam berkomunikasi hari ini?
Sesungguhnya setiap kita sedang berperilaku terlebih berkomunikasi itu menguras waktu hampir 90 % dari sejak bangun tidur sampai tidur tadi setiap hari.
Intinya, selagi kita sadar maka saat itu sesungguhnya kita sedang mengomunikasikan apa yang ada pada diri kita pada orang lain.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.

















