Ideologi-ideologi pendidikan terkait dengan sistem-sistem filosofis dalam empat hal utama yakni; Pertama; ideologi lebih merupakan sistem-sistem gagasan yang umum atau luas ketimbang kebanyakan filosofi. Kedua; ideologi seketika mengakar pada etika sosial (yakni dalam filosofi moral serta politik) dan hanya memiliki akar yang tidak besar di dalam sistem filosofi yang lebih abstrak). Ketiga; ideologi diniatkan terutama untuk mengarahkan tindakan sosial dan bukan sekedar menjernihkan ataupun menata pengetahuan. Keempat; ideologi merupakan sebab sekaligus akibat dari perubahan sosial yang mendasar. (William F O`neil, 2001:35).
Dalam kehidupan sehari-hari kita bertindak sesuai dengan apa yang kita butuhkan, inginkan, atau justru kita harapkan. Tindakan berdasarkan kebutuhan seperti ingin makan, minum, tidur dan lainnya.
Tindakan yang kita inginkan seperti pergi ke showroom membeli mobil, ke tempat wisata ingin menikmati panorama, sampailah kita pada tindakan yang kita harapkan seperti mendapat keberuntungan, uang banyak, pangkat terlampaui.
Semua tindakan boleh jadi karena tidak memiiki filter pertimbangan yang tepat, atau justru tujuan yang belum dimiliki apalagi disepakati. Mengapa tindakan perlu pertimbangan dan tujuan, inilah yang disebut dengan ideologi, karena ideologi itu adalah pemikiran yang mendasari tindakan yang baik, tepat serta bertujuan, bagi seorang yang dapat dibagikan pada orang lain.
Contoh nyata dalam dunia pendidikan adalah tindakan bagaimana kepedulian menjadi sebuah proses pembelajaran dari orang yang bertanggungjawab terhadap generasi di masa mendatang.
Menurut William, ada empat hal penting terkait hal ini; Pertama, ideologi lebih merupakan sistem-sistem gagasan yang umum atau luas ketimbang kebanyakan filosofi. Dalam kegiatan pendidikan kita harus menyandarkan sebuah tindakan pada pikiran-pikiran umum tentang hakikat manusia dan kehidupan. Contoh; manusia adalah insan paling sempurna, individu akan berharga ketika bermanfaat bagi orang lain.
Kedua, ideologi seketika mengakar pada etika sosial (yakni dalam filosofi moral serta politik) dan hanya memiliki akar yang tidak besar di dalam sistem filosofi yang lebih abstrak). Dalam dunia pendidikan sangan jelas beberapa nilai yang menjadi dasar etika seperti; pendidik selalu dihormati karena ia menjadi penyuluh adab suatu masyarakat, setiap anak memiliki hak untuk memperoleh bimbingan dan arahan dari sekelilingnya.
Ketiga, ideologi diniatkan terutama untuk mengarahkan tindakan sosial dan bukan sekedar menjernihkan ataupun menata pengetahuan. Dunia pendidikan memerlukan satu sistem maka lahirlan berbagai regulasi atau peraturan, dari sistem pendidikan nasional akan menjaga integritas bagaimana guru harus mengajar, murid harus belajar bahkan pembelajaran harus berlangsung. Dari sinilah kita berharap satu saat nanti ada perubahan pada anak di masa depan, jadi perubahan itu harus diatur sesuai dengan ideologi yang dianut.
Keempat; ideologi merupakan sebab sekaligus akibat dari perubahan sosial yang mendasar. Pendidikan menjadikan diri seseorang akan berubah karena direncanakan, dikelola, dikembangkan, dievaluasi dan berkelanjutan. Apapun yang dilakukan dalam pendidikan hari ini, akan memiliki dampak atau hasil di masa mendatang, tidak ada yang sia-sia, boleh jadi semua kenyataan adalah persoalan bagaimana kita menempatkan pendidikan dalam kehidupan ini.
Pendidikan akan berperan penting ketika dari sejak ideologi telah memberi ruang untuk dijadikan dasar dalam menata berbagai regulasi. Pendidikan juga akan menjadi pengawal bagaimana proses dilakukan secara jujur dan berkelanjutan.
Akhirnya pendidikan benar-benar bermanfaat apabila semua orang menempatkan pendidikan sebagai instrumen mewariskan kebudayaan, menjaga kelembagaan dan akhirnya membangun peradaban yang berkelanjutan.
Ideologi itu bukan hal yang jauh dari dunia nyata, ternyata ada di tengah-tengah kita yakni ketika berpikir belajar itu perlu, semua anak harus belajar, dan beri lingkungan yang terbaik agar mereka berkembang sesuai dengan kemampuannya.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.



















