Nama Teknik Pengelompokan
-Teknik membagi sebelas kelompok dengan menyebut beberapa suku bangsa di Indonesia.
Pengertian
Teknik membagi sebelas kelompok dengan menyebutkan sebelas suku yang ada di Indonesia yakni; Suku Jawa, Sunda, Batak, Minangkabau, Aceh, Melayu, Bali, Bugis, Betawi, Banjar serta Asmat.
Media/bahan
Kertas origami berbentuk pakaian adat sebelas suku yang ada di Indonesia dengan kelipatan sejumlah peserta.
Langkah-langkah
Langkah-langkah untuk melaksanakan teknik pengelompokan ini adalah sebagai berikut:
-Awalilah dengan cerita bahwa bangsa Indonesia itu terdiri dari suku yang sangat banyak, beberapa suku diantaranya ada yang terus berkembang. Semua suku saling menghormati, saling menghargai dan menjaga kesatuan bangsa.
-Sampaikan kepada peserta didik bahwa dalam belajar mereka akan dibagi dalam sebelas kelompok yang seimbang.
-Seluruh peserta didik pastikan duduk secara rapi sehingga memudahkan penerimaan gambar secara bergantian.
-Setiap peserta didik dimulai dari sisi kanan untuk berjalan ke depan menerima satu buah kertas origami, sehingga seluruh peserta mendapatkannya.
-Pendidik meminta seluruh peserta untuk melihat origami yang mereka peroleh.
-Pendidik meminta agar peserta didik mengelompok berdasarkan gambar pakaian adat dari suku yang ada di Indonesia.
-Peserta didik yang mendapatkan origami bergambar pakaian adat suku Jawa agar mengelompok menjadi satu dan disebut kelompok satu.
-Peserta didik yang mendapatkan origami bergambar pakaian adat suku Sunda agar mengelompok menjadi satu dan disebut kelompok dua.
-Peserta didik yang mendapatkan origami bergambar pakaian adat suku Batak agar mengelompok menjadi satu dan disebut kelompok tiga.
-Peserta didik yang mendapatkan origami bergambar pakaian adat suku Minangkabau agar mengelompok menjadi satu dan disebut kelompok empat.
-Peserta didik yang mendapatkan origami bergambar pakaian adat suku Aceh agar mengelompok menjadi satu dan disebut kelompok lima.
-Peserta didik yang mendapatkan origami bergambar pakaian adat suku Melayu agar mengelompok menjadi satu dan disebut kelompok enam.
-Peserta didik yang mendapatkan origami bergambar pakaian adat suku Bali agar mengelompok menjadi satu dan disebut kelompok tujuh.
-Peserta didik yang mendapatkan origami bergambar pakaian adat suku Bugis agar mengelompok menjadi satu dan disebut kelompok delapan.
-Peserta didik yang mendapatkan origami bergambar pakaian adat suku Betawi agar mengelompok menjadi satu dan disebut kelompok sembilan.
-Peserta didik yang mendapatkan origami bergambar pakaian adat suku Banjar agar mengelompok menjadi satu dan disebut kelompok sepuluh.
-Peserta didik yang mendapatkan origami bergambar pakaian adat suku Asmat agar mengelompok menjadi satu dan disebut kelompok sebelas.
Kelebihan
Kelebihan teknik pengelompokan ini adalah sebagai berikut:
-Pengelompokan dengan teknik mengenal pakaian adat suku yang ada di Indonesia ini efektif dalam hal pengaturan waktu.
-Mudah dilakukan dimana saja baik di dalam kelas maupun di luar kelas.
-Pembagian relatif seimbang jumlah antara satu kelompok dengan kelompok lainnya.
Kelemahan
Kelemahan teknik pengelompokan ini adalah sebagai berikut:
-Pengelompokan dengan teknik mengenal pakaian adat suku ini kadang mengakibatkan siswa tertentu yang pintar dapat mengelompok pada satu bagian.
-Pengelompokan dengan cara ini kadang tidak dapat dipastikan jumlah jenis kelamin tertentu secara seimbang.
Catatan:
-Teknik pengelompokan dengan mengenal adat di Indonesia lewat pakaian ini dapat dilakukan dimana saja. Teknik ini sangat mudah dilakukan karena tidak mendeskriminasikan atribut-atribut tertentu seperti atribut jenis kelamin, agama, atau kelompok tertentu.
-Teknik ini dapat dikembangkan dalam bentuk variasi yang lain dari hal yang mewakili sebelas hal.
-Membagi peserta didik dengan sebelas kelompok berarti memberikan kesempatan bagi mereka untuk berinteraksi kepada peserta didik lain dengan tidak mendiskriminasikan variabel tertentu.
-Teknik ini tepat digunakan bila peserta didik lebih dari tigapuluhan.
Kita setuju; Dengan Kolaborasi Kita Bangun Negeri Lewat Pendidikan Kita Bersinergi.


















