Pendidikan adalah proses komunikasi antara pendidik dan peserta didik. Dalam kegiatan komunikasi ini akan mengandung makna bahwa mereka dihadirkan, dijadikan bagian dari kegiatan untuk mendapatkan pengetahuan, membentuk sikap dan sekaligus menjadi keterampilan. Komunikasi ini penting, maka pemanggilan nama mereka juga menjadi lebih penting.
Pemanggilan nama boleh jadi dianggap biasa bagi pendidik yang hanya menjalankan administrasi. Padahal dari komunikasi cara memanggil ini justru berpotensi menjadi cara kita memberi dukungan terhadap apa yang mereka cita-citakan.
Berikut ada tujuh tips cara memanggil nama anak dalam kegiatan pendidikan.
Pertama, anak-anak sekalian. Pemanggilan ini umum dilakukan, paling tidak untuk peserta didik yang usia masih muda, apakah di tingkat taman kanak-kanak, sekolah dasar, sampai sekolah menengah.
Kedua, saudara-saudari sekalian. Pemanggilan ini juga biasa dilakukan khususnya untuk di perguruan tinggi karena memberikan penghargaan bahwa antara pendidik dan peserta didik memiliki usia yang relatif sama.
Ketiga, abang kakak. Cara pemanggilan dengan sebutan ini adalah upaya memberikan keakraban boleh jadi dilakukan untuk anak yang usia jauh lebih muda dari pendidik.
Keempat, nama diiringi tokoh terkenal. Pemanggilan ini dapat dilakukan untuk memberi dukungan kepada mereka yang menginginkan capaian seperti odola. Contoh peserta didik yang senang fisika maka dipanggi Ahmad Einstein, atau peserta didik yang senang menulis surat dipanggi dengan Hamidah Kartini dan contoh lainnya.
Kelima, nama dilengkapi dengan kegemaran. Pemanggilan ini juga dapat dilakukan untuk memberi kesan bahwa dalam pendidikan juga memberi ruang untuk kreativitas dari hobby sampai kegemaran mereka. Contoh Siti Qori`ah adalah peserta didik bernama Siti yang senang membaca Al Qur`an, atau Rahmat Traveling yakni peserta didik bernama Rahmat yang senang berjalan-jalan.
Keenam, jangan sekali-kali memanggil nama anak dengan sematan yang kurang elok contohnya gemuk, gembab, cengeng, licik dan lain sebagainya.
Ketujuh, nama anak beserta bin atau binti. Hal paling utama dalam pemanggilan adalah menyematkan nama orang tua, bila ini dilakukan maka peserta didik akan membawa kebesaran orang tuanya. Ini untuk menjaga, menghormati dan bahkan membesarkan silsilah keluarga.
Catatan: Tulisan ini diinspirasi dari berbagai sumber.



















