Learning more than just the memorization process and accumulate knowledge, but how knowledge gained meaningful to learners through thinking skills. Biology as one field natural sciences loading process skills include the skills to observe , hypothesize, using tools and materials, ask questions, categorize and interpret the data, and communicate the findings orally or in writing , dig and sort out factual information relevant to test ideas or solve everyday problems. With the strategy of inquiry learners can find the answer to the problems with finding and find your own answers to the proposed teacher. (Indayana, 2016).
Belajar itu salah satu cara untuk mendapatkan pengetahuan baru, keterampilan tambahan serta kepribadian utama. Dengan belajar kita akan mengetahui bahwa pengetahuan dapat diperoleh dipergunakan dan dipertahankan untuk menambah kualitas hidup. Dengan belajar kita dapat menerapkan keterampilan yang selama ini dibutuhkan dimana hidup harus menyelesaikan banyak persoalan.
Bahkan dengan belajar kita menuju satu arah yakni kepribadian yang semakin hari semakin dewasa dan membutuhkan keutuhan agar tidak goyah, apalagi surut kebelakang jauh dari kata sempurna.
Di kelas anak-anak belajar, bukan saja untuk mengetahui, tetapi memiliki keterampilan bahkan mengerti tentang arti kehidupan. Oleh ibu Indayana ditegaskan bahwa; belajar lebih dari sekedar proses menghafal dan menumpuk ilmu pengetahuan, tetapi bagaimana pengetahuan yang diperolehnya bermakna untuk peserta didik melalui keterampilan berpikir.
Sesuai dengan bidang yang sedang ditekuninya ibu Indayana menjelaskan bahwa Biologi sebagai salah satu bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)memuat keterampilan proses meliputi keterampilan mengamati, mengajukan hipotesis, menggunakan alat dan bahan, mengajukan pertanyaan, menggolongkan dan menafsirkan data, serta mengkomunikasikan hasil temuan secara lisan atau tertulis, menggali dan memilah informasi faktual yang relevan untuk menguji gagasan-gagasan atau memecahkan masalah sehari-hari.
Belajar ternyata lebih dari sekadar mengetahui, lebih dari itu menemukan banyak hal terkait dengan kehidupan sehari-hari bahkan hal yang tidak disadari selama ini. Maka benarlah bila dengan strategi inkuiri peserta didik bisa menemukan jawaban dari permasalahan dengan menemukan dan mencari sendiri jawaban yang diajukan guru.
Jelaslah sekali lagi bahwa dengan belajar kita akan mendapatkan banyak hal, apakah itu tentang diri kita, tentang orang lain, bahkan hal diantara kita dan orang lain.
Ada hal yang berjalan secara alami, tetapi adapula yang melintang melawan hukum alam, atau juga masalah yang disadari dan yang tidak disadari.
Dengan belajar langsung terhadap alam, kita akan memperoleh hukum-hukum baru, dengan hukum itu pula memberikan pengantar kepada kita bagaimana menjadikan alam untuk dapat dijadikan sandaran dalam mengetahui, memahami dan menjadikannya untuk kesejahteraan hidup.
Kita baru sadar, bahwa tidak perlu disadarkan oleh orang lain, apalagi ditegur oleh guru, ternyata ilmu pengetahuan yang kita pelajari sendiri memberi bimbingan bahwa kita perlu jujur, kita perlu berpikir sistematik, dan kita harus bertanggungjawab.
Sekali lagi candidat Doktor Indayana mengingatkan kita bahwa; dengan melalui metode ilmiah maka diharapkan tidak hanya menghasilkan peserta didik yang berilmu pengetahuan yang tinggi namun juga diharapkan memiliki sikap ilmiah yang tinggi pula dimana metode dan sikap ilmiah tidak akan bisa terpisahkan.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.


















