Disiplin belajar dapat dilakukan dengan lima langkah yakni; berfikir sistem, keahlian Pribadi, model mental, membangun visi bersama, dan pembelajaran tim. Hal di atas dapat dilakukan dalam tiga tingkatan yakni esensi, prinsip dan praktik. (Peter M.Senge, 1996:376).
Organisasi atau perusahaan adalah sekumpulan beberapa orang untuk menyepakati satu tujuan yakni keberhasilan lewat sebuah proses.
Proses dimaksud adanya visi, misi, tujuan, aksi serta evaluasi, kesemuanya perlu direncanakan, dilaksanakan, dikontrol dan akhirnya dievaluasi secara berkelanjutan terus dilakukan berulang-ulang. Dan akhirnya organisasi atau perusahaan banyak mengalami kesuksesan, keberhasilan, atau ekspansi yang lebih luas lagi.
Tetapi bukan tidak mungkin ada pula organisasi atau perusahaan yang mengalami stagnan, bahkan cenderung kemunduran, bangkrut akhirnya pailit dan mati. Berbagai organisasi dan perusahaan pada masa lalu, hari ini dan akan datang selalu belajar dari pengalaman sebelumnya.
Peter M.Senge setelah mempelajari berbagai pengalaman dimaksud mencoba menuliskan beberapa tips bagaimana organisasi dan perusahaan dapat bertahan menghadapi berbagai masalah. Lima tips dimaksud adalah sebagai berikut:
Pertama; berpikir sistem, individu dalam organisasi dan perusahaan harus berfikir bahwa dirinya dapat berbuat dari, dan untuk kelompok yang lebih besar. Keberhasilan individu tidak ada artinya kecuali untuk organisasi atau perusahaan yang lebih besar.
Kedua; keahlian pribadi, masing-masing individu memiliki kemampuan yang berbeda satu dengan lainnya, tidak ada yang persis sama, namun justru keahlian yang berbeda harus dijadikan kekuatan berkolaborasi.
Ketiga; model mental, boleh jadi individu tenggelam dalam kelompok tetapi mungkin juga justru kelompok dipengaruhi oleh seseorang yang kuat. Kesemua kemungkinan itu akan terjadi dan tidak perlu dikhawatirkan bila mental seluruh orang dalam organisasi dan kelompok telah menyadari merek ada untuk tujuan yang sama yakni sukses dan berhasil.
Keempat; membangun visi bersama, tidak ada visi individu apalagi sektoral karena kumpulan individu tiada lain adalah untuk bersama bergerak, bersama berbuat untuk tujuan yang lebih besar dari dirinya. Sekecil apapun peran individu adalah bagian penting dari sebuah organisasi dan perusahaan, tidak ada yang tidak berperan karena dengan itu semua mendapat tempat dan dihargai.
Kelima; pembelajaran tim, dimanapun harus menjadi tempat belajar, dan belajar itu adalah untuk kemajuan bersama dalam organisasi dan perusahaan. Bukan hanya bawahan belalajar kepada atasan, justru semua orang belajar dari lingkungannya yang selalu memberi inspirasi apapun yang terjadi.
Tiga tingkatan utama dalam organisasi dan perusahaan, dari sejak pemahaman utama yakni esensi, maka bila dilakukan berulang-ulang menjadi prinsip semua orang yang ada didalamnya.
Tentu saja praktik baik kelima hal di atas bukan hanya dilakukan oleh satu, dua orang lebih dari itu semua orang yang ingin tetap bertahan dalam organisasi dan perusahaan.
Inilah salah satu bukti dari berhasilnya berbagai organisasi dan perusahaan besar menghadapi perubahan zaman, bahkan tantangan yang tak terduga.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.



















