Jadilah pembelajar sejati, karena yang kita hadapi adalah perubahan.
Orang yang bisa mengupdate perubahan, orang yang bisa merespon perubahan
Itulah yang akan survive, dan untuk merespon perubahan menuntut kita untuk selalu up skilling. Untuk selalu melatih diri kita untuk terus menjadi pribadi pribadi unggul yang sejalan dengan perkembangan zaman. (Arif Satria, 2025).
Dunia terus berubah, dan kita pun juga harus ikut berubah, kalau tidak berubah, bukan saja ditinggalkan, mungkin saja jadi beban, tidak hanya jadi masalah justru akan dimusnahkan.
Sungguh kejam, tetapi justru hukum dunia memang memerlukan ketegasan, semuanya untuk keseimbangan yang terus berjalan maju progress ke depan bukan menghayal tentang indahnya masa lalu.
Tiga hal yang menjadikan kita dapat bertahan kalau tidak ingin ditinggalkan, pertama masih memiliki sisa kekuatan masa lalu, kedua memperoleh energi yang berkelanjutan, dan ketiga ada kelebihan lain yang orang tidak memiliki.
Tetap bertahan atau survive adalah arah jalan didepan bukan simpang kanan kiri yang telah dilalui, untuk itu Prof Arif Satria benar-benar memberi catatan kita harus melakukan perubahan, atau kita ditinggalkan.
Pertama, kita tetap survive bila memiliki sisa kekuatan masa lalu, tentu bila ditata, dikelola dan diupdate sesuai dengan kebutuhan hari ini dan masa mendatang. Setiap saat kata efisiensi, dan efektivitas selalu menjadi ukuran apakah sesuatu dapat bertahan atau justru ditinggalkan.
Kedua, kita dapat survive apabila memiliki energi yang secara terus menerus memperoleh pemasukan tanpa batas. Bekerja, berbuat dan bertindak, diawali keberanian untuk inovasi, berani dan kemudian mengendalikan resiko yang akan terjadi. Sebahaya apapun yang akan kita hadapi bila itu dikarenakan pekerjaan kita, maka kita sendiri pasti dapat mengukurnya.
Ketiga, mengetahui kelebihan dan kekuatan diri adalah kata kunci menjadi profesional yang tetap tangguh. Kita harus menyadari ada istilah, atau kemasan yang memang kadang menjadi usang, namun mengikuti kursus, training, magang ataupun studi lanjut adalah sebuah pilihan untuk tetap bertahan.
Prof Arif Satria mengingatkan kita, bahwa up skilling bukan pilihan tetapi bagaimana kita akan bertahan dan boleh jadi tetap berdaya saing untuk dunia yang terus berubah. Dunia memang benar-benar berubah, tetapi awali dari persepsi kita bahwa kita sendiri siap untuk semua yang akan terjadi, menikmati perubahan adalah seni dalam mengikuti perkembangan zaman.
Pembelajar sejati, bukan sekadar melihat perubahan sebagai tanda-tanda zaman, tetapi ia ikut didalamnya untuk menyadari perlu latihan lagi, perlu mengupdate kekuatan lagi, dan akhirnya mampu mengukur kemampuan diri.
Dan pembelajar sejati adalah orang yang survive bukan untuk dirinya tetapi ia tetap dibutuhkan oleh zaman yang sedang berubah mengikuti arah. Arah yang dimaksud adalah untuk selalu yang sejalan dengan perkembangan zaman.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.


















