Kreativitas adalah aspek penting dalam kehidupan baik bagi individu yang bersangkutan maupun bagi kehidupan sosial, karena itu pendidikan bertanggungjawab untuk mengembangkannya. Kreativitas sebagai sebuah konsep psikologis bisa dipahami sebagai karakteristik pribadi (person), proses (process), produk (product), dan pendorong (press). (Rahmat Aziz, 2014:v).
Belajar untuk mendapatkan hal baru itu bagian dari pembelajaran kognitif, kalau belajar ingin memperoleh keterampilan yang bermanfaat ini disebut dengan pembelajaran psikomotorik, dan bila kita belajar menjadi kebiasaan untuk dimanfaatkan pada kehidupan maka sesungguhnya disinilah pembelajaran afektif.
Pembelajaran memang selalu ditaksonomi oleh ketiga ranah tersebut. Namun demikian tidak menutup kemungkinan ada domain lain yang harus diberi ruang agar belajar mendapatkan hasil yang lebih luas, lebih bebas dan mungkin lebih bermanfaat.
Belajar bagi seseorang harus memiliki makna untuk apa hal tersebut dipelajari, tantangan ini mendorong lahirnya kreativitas. Kreativitas sebagai sebuah konsep psikologis bisa dipahami sebagai karakteristik pribadi, proses, produk, dan pendorong tentu harus dipahami secara luas tetapi konkrit untuk dapat dimanfaatkan.
Pertama, sebagai proses kreativitas berarti kemampuan berpikir untuk membuat kombinasi baru. Boleh saja kita belajar tentang angka satu sampai sepuluh, huruf dari A sampai Z, tetapi kita juga mampu membuat hubungan dari keduanya apakah A1, A2 sampai Z10. dari kombinasi ini akan lahir kreativitas awal dan terus berkembang.
Kedua, produk kreativitas diartikan sebagai suatu karya baru, berguna dan dapat dipahami oleh masyarakat pada waktu tertentu. Berani membuat sesuatu yang baru itu luar biasa, apalagi mengetahui apa yang sedang dibutuhkan, dan kita lahirkan menjadi pilihan. Produk kreativitas akan selalu ditunggu bila kita mengerti apa yang kita buat adalah kebutuhan orang-orang di sekeliling kita selama ini.
Ketiga, sebagai person kreativitas berarti ciri-ciri kepribadian non-kognitif yang melekat pada orang kreatif. Ada orang yang hidup dalam keseharian mengikuti aturan yang ada, bahkan cenderung takut keluar dari kotak batas diri. Sementara orang lain mengerti di luar sana ada kotak yang dapat dibuka bahkan tidak masalah, terlebih lagi menawarkan kebaikan, bahkan keuntungan yang luar biasa. Keluar dari kebiasaan tetapi bertanggungjawab adalah ciri dari orang yang memiliki kreativitas tinggi.
Keempat, sebagai pendorong kreativitas adalah pengembangan kreativitas itu ditentukan oleh faktor lingkungan baik internal maupun eksternal. Bila satu orang menyadari perlunya jalan keluar dari masalah mungkin ini sulit berkembang, tetapi jika menjadi budaya bahwa masalah adalah tantangan untuk diselesaikan maka hasilnya pasti berbeda. Lingkungan tidak mesti yang baik, yang subur, atau yang kaya. Justru dari keburukan, tanah tandus bahkan orang miskin timbul kreativitas yang lebih kompleks.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.


















