Mind map adalah suatu sistem belajar yang akan menjamin anak dapat menggunakan seluruh potensi daan kapasitas otaknya secara lebih efisien dan efektif. Kegunaan Mid Map adalah untuk menyederhanakan, meringkas dan menyusun kembali format materi pelajaran dari guru atau pengarang buku menjadi sesuai dengan pancaran pikiran anak masing-masing. (Sutanto Windura Bli, 2010:21).
Belajar adalah kegiatan yang dilakukan dengan sengaja untuk mendapatkan sesuatu berupa pengetahuan, keterampilan maupun sikap pada seseorang.
Cara belajar dapat dilakukan dengan berinteraksi, merenung, atau melakukan sesuatu dengan tujuan yang jelas dan dapat diukur perbedaannya antara sebelum belajar dengan setelah belajar.
Khusus untuk belajar yang terkait dengan pengetahuan, kadang tidak tampak, tidak nyata, tetapi pada dasarnya dapat menjadi bagian penting pada diri seseorang.
Belajar pengetahuan dalam hal ini adalah mengolah pikiran, perasaan atau bahkan kehendak yang sulit diraba, dilihat pada perubahan seseorang. Namun selalu tampak pada ketika ia bereaksi, atau melakukan sesuatu pada masa setelahnya.
Mind Map adalah sistem belajar yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Cara belajar dengan Mind Map merupakan bentukan dari pola yang harus dilakukan seseorang untuk mengerti, memahami, dan mendayagunakan hasil pikirannya sendiri.
Hasil Mind Map akan berbeda untuk setiap orang karena pancaran pikirannya pun berbeda-beda juga. Agar Mind Map anak anda efektif maka ada hukum-hukum pembuatan mind map yang harus dipelajari dan dipatuhi.
Cara membuat Mind Map:
1.Temukan permasalahan utama. Ketika kita akan belajar maka temukan dan tetapkan masalah utamanya itu apa, lalu tulis di tengah perhatian kita, dari sana kita mulai belajar.
2.Buatlah pusat Mind Map. Dari tengah di mana kata yang mewakili masalah utama kita coba pusatkan perhatian, dengan cara tidak membahas yang lain kecuali satu saja, ingat satu satunya pembahasan.
3.Buatlah cabang utama dan cabang-cabang lain yang berisi kata-kata yang penting. Berawal dari kata yang telah ditulis menjadi masalah utama, maka mulailah kita mencari berbagai kata, baik nama orang, nama benda, nama kejadian yang terkait. Tuliskan semua kata tersebut dan rangkaikan menjadi jaringan yang melingkari dengan percabangan yang berpusat dari kata pertama atau masalah utama.
4.Setiap cabang hanya ada satu kata kunci saja. Setelah lahirnya cabang-cabang dari kata pertama sebagai fokus utama dari masalah, kemudian luaskan wawasan, seperti terkait waktu, tempat maupun moment yang berhubungan. Namun demikian kita hanya cukup memberi dua kata penting dari seluruh cabang yang terkait, agar tetap fokus pada masalah utama.
5.Tambahkan gambar untuk memperkuat Mind Map dan daya ingat anak anda. Gambar tidak mesti bagus, tetapi grafika dari sebuah narasi atau kata, tujuannya jelas memberi cara berbeda untuk mengungkap kata. Fungsi dari gambar lambat laun akan menggantikan narasi yang pancang, kata yang berganda, karena dengan gambar akan mudah kita bawa ke luar naskah, boleh jadi asilnya ada di dunia nyata.
Ternyata belajar menggunakan cara Mind Map bukan sekadar mudah, tetapi asyik bahkan memberi pilihan yang kaya akan kreativitas manusia untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan itu lebar, dalam bahkan luas ternyata karena kita tahu cara mendapatkannya.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.


















