Islam menyelamatkan kaum perempuan dari segala jenis kezaliman dan penindasan yang mereka derita selama jahiliah, dan menempatkan mereka pada kedudukan manusiawi yang tinggi yang belum pernah dicapai kaum perempuan sampai sekarang. Perhatian Nabi terhadap penghormatan bagi kaum perempuan dalam semua periode kehidupannya menjadi bukti yang jelas akan hal itu. Nabi memuliakan kaum perempuan baik sebagai anak atau saudari. (Abdul Hamid Mahmud Thahmaz, 2024:35).
Dalam pelajaran agama seorang laki-laki memiliki tanggungjawab terhadap empat perempuan yang melekat pada dirinya yakni; ibu, saudara perempuan, istri dan anak perempuan. Ini dilengkapi dengan penanggungjawab yang juga sama yakni seorang perempuan ditanggungjawabi oleh empat orang laki-laki. Kempat orang tersebut adalah ayah, saudara lelaki, suami dan anak laki-laki.
Ternyata dalam hidup ini ada laki-laki dan perempuan itu salah satu yang membedakan adalah persoalan tanggungjawab, laki-laki bertanggungjawab pada dirinya sendiri dan seluruh isi keluarga.
Sementara perempuan bertanggungjawab untuk dirinya sendiri dan ia ditanggungjawabi oleh anggota keluarga yang terkait dengannya. Tanggung jawab akan beririsan dengan hak, hak laki-laki dan perempuan menjadi berbeda karena status dalam keluarga.
Bagi laki-laki status sangat menentukan tanggung jawab. Ketika ia lajang maka ia hanya bertanggungjawab pada ibu dan saudara perempuannya, namun ketika ia berumah tangga maka bertambahlah tanggungjawab tersebut 100% yakni terhadap istrinya dan anak perempuannya.
Begitu juga sebaliknya bagi perempuan yang lajang ia hanya ditanggungjawabi oleh ayahnya dan saudara lelakinya, tetapi ketika ia berumah tangga maka dua orang lain telah menunggu. Kedua orang tersebut adalah suami dan anak perempuannya.
Beruntunglah wahai laki-laki lajang yang masih memiliki ibu dan saudara perempuan, karena bukan tidak banyak diantara kita tinggal sebatang kara. Bersyukurlah laki-laki yang masih hidup dengan empat perempuan karena itu jangan sia-siakan mereka, berbagilah, bersabarlah atas apapun yang terjadi pada mereka.
Berbahagialah wahai perempuan yang masih memiliki dua laki-laki selama hidupnya, karena masih ada tetangga kita hanya satupun laki-laki tidak adalagi di dunia ini menjadi miliknya. Untuk itu apabila ada perempuan yang masih memiliki empat laki-laki dihadapannya itu adalah anugerah yang tiada tara untuk kebahagiaan dunia.
Kita harus ingat, memuliakan tidak mesti menyanjung di hadapan orang lain. Penghormatan laki-laki kadang justru tidak banyak basa-basi, tetapi dengan perbuatan yang wajar di sana ada keikhlasan.
Laki-laki yang mengalah kadang justru lebih sadar bahwa dirinya memiliki empat perempuan yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.



















